Buket Brokoli Prewedding Viral, Hemat dan Ramah Lingkungan
Gambar atau konten salah?
Nadia Loewito, seorang wanita Indonesia yang tinggal di Singapura, memutuskan untuk menggunakan buket brokoli dalam sesi foto prewedding. Pada 28 Mei 2023, dia mengunggah gambar buket tersebut di akun Instagram pribadinya.
Di captionnya, Nadia menulis, Saya memikirkan brokoli untuk pernikahan.
Ia menambahkan bahwa buket ini praktis dibuat dan jauh lebih murah dibandingkan buket bunga tradisional.
Biayanya tidak lebih dari SG10 atau Rp140 ribu. Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang ekonomis bagi pasangan yang ingin menghemat pengeluaran.
Alasan utama Nadia memilih buket brokoli adalah kombinasi estetika dan kepraktisan. Ia berkata, Saya selalu berpikir bahwa buket brokoli secara alami terlihat seperti buket hijau kecil yang sempurna,
menekankan tampilan alami dan kesederhanaan.
Ide ini kemudian menjadi viral. Banyak netizen penasaran sekaligus terkejut dengan konsep buket yang tidak biasa ini.
Proses pembuatan buket sangat sederhana. Nadia hanya membutuhkan satu bonggol brokoli, pita satin, dan beberapa mutiara perekat. Ia menulis, Saya benar-benar berpikir buket brokoli ini menggemaskan dan elegan. Sebagai pilihan, brokolinya bisa dimakan untuk makan malam,
menyoroti keunikan dan fungsi ganda.
Inspirasinya datang dari Pinterest. Pembuatan buket memakan waktu kurang dari 10 menit. Ia menjelaskan, Prosesnya sangat cepat dan mudah. Sejujurnya, alam yang melakukan sebagian besar pekerjaan berat dalam membentuknya (brokoli),
menegaskan peran alam dalam proses tersebut.
Konsep zero-waste menjadi nilai tambah. Setelah sesi foto, brokoli dapat dimasak dan dimakan. Nadia dan calon suaminya, Sheratan, bahkan memindahkan buket ke air fryer dan memasaknya setelah pemotretan.
Selama kariernya sebagai fotografer pernikahan, Nadia pernah melihat hampir semua rangkaian bunga tradisional. Ia menginginkan sesuatu yang abstrak dan avant-garde untuk dirinya sendiri.
Netizen juga mengusulkan ide buket makanan lain, seperti buket bunga labu atau kubis ungu mini. Nadia menutup dengan, Jadi saya tetap membuka pilihan saya,
menunjukkan fleksibilitasnya dalam memilih tema pernikahan.
Ide unik ini menunjukkan bagaimana pasangan dapat menggabungkan kreativitas, keberlanjutan, dan sentuhan pribadi dalam persiapan pernikahan, sekaligus menampilkan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tujuh Tempat Makan Legendaris di Cilandak Menjelajah Rasa
Tahu Walik Aci: Camilan Renyah dan Kenyal dari Banyuwangi
Chicken Katsu: Rasa Renyah di Rumah Bersama Saus Mentai
Tujuh Langkah Menjaga Dapur Rapi Saat Memasak Tips Praktis
Tahu Walik: Gorengan Teriak dari Banyuwangi Camilan
Kopi Kekinian 5 Racikan di Kafe Jakarta: Mont Blanc & Coconut
Berita Terbaru
Alfin Setyo Tunggal Pemaafkan Pelaku Pencuri Uang Toko
Indonesia vs Kamboja di Piala AFF U-19 2026, Sabtu 13 Juni
Cucurella Tegaskan Tidak Pindah Chelsea, Bahagia di London
Elon Musk Jadi Miliarder Pertama Dunia Setelah IPO SpaceX
OKU Kirim Paket Sembako ke Korban Kebakaran Pasar Baru
Indonesia Raih Final Ganda Putri Australian Open 2026
Jember Pimpin 6,35% Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I
