Bunaken: Tempat Biodiversitas Laut di Sulawesi Utara

Fandi R. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 126 dibaca
Bisik.id
Bunaken: Tempat Biodiversitas Laut di Sulawesi Utara

Gambar atau konten salah?

Taman Nasional Bunaken terletak di wilayah Manado, Sulawesi Utara, dan dikenal sebagai salah satu tempat dengan biodiversitas bawah laut tertinggi di dunia. Pulau ini menawarkan banyak spot diving bagi para penyelam.

Ekosistem perairan tropis Bunaken terdiri dari hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, dan ekosistem daratan pesisir. Bagian utara mencakup Pulau Bunaken, Manado Tua, Mantehage, Siladen, Nain, Nain Kecil, serta pesisir Tanjung Pisok‑Molas/Wori. Bagian selatan meliputi pesisir Poopoh‑Popareng, termasuk Arakan‑Wawontulap dan Tanjung Kelap.

Pada 01 Januari 1991, Bunaken resmi ditetapkan sebagai taman nasional. Wilayahnya seluas 890,65 km², terdiri dari 97% habitat laut dan 3% daratan, yang meliputi Pulau Bunaken, Manado Tua, Siladen, Mantehege, dan Nain.

Di Taman Laut Bunaken terdapat 20 titik penyelaman dengan kedalaman yang bervariasi hingga 1.344 meter. Beberapa titik selam di sekitar Pulau Bunaken antara lain Lekuan, Fakui, Mandolin, Tanjung Parigi, Ron's Point, Pangalisang, Muka Kampung, Sachiko Point, dan Bunaken Timur. Sebagian besar titik ini berjejer dari bagian tenggara hingga barat laut pulau.

Wilayah ini juga menampilkan underwater great walls, yang dikenal sebagai hanging walls atau dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dinding ini menjadi daya tarik utama bagi para penyelam.

Bunaken berada di pusat segitiga karang dunia. Ikan purba Coeclacanth/Latimeria Manadoensis masih dapat ditemukan di Teluk Manado, menambah nilai ilmiah kawasan ini.

Hingga saat ini, tercatat ada 2000 jenis ikan karang yang hidup di alam bawah laut Bunaken, 200 spesies moluska, 390 spesies terumbu karang, dan delapan spesies mamalia laut seperti duyung dan lumba‑lumba.

Sebelum tahun 1970-an, nelayan setempat menganggap perairan Bunaken dihuni oleh roh jahat. Pada 01 Januari 1975, penyelam pertama dari Manado memulai penyelaman di sana. Pengalaman tersebut menegangkan, karena para nelayan sudah memperingatkan para penyelam.

Ketika penyelam tidak muncul, hanya gelembung udara yang pecah di permukaan, kepercayaan akan roh jahat semakin kuat. Namun, ketika penyelam kembali muncul dengan selamat, mereka menemukan ikan langka dan tumbuhan laut di dinding karang yang masih murni, mematahkan keyakinan tersebut.

Fakta sebenarnya adalah bahwa perairan Bunaken dihuni oleh ikan penyengat iblis atau ikan setan berduri, Inimicus didactylus. Ikan ini sering menggali ke dalam pasir, menambah sifat berbahayanya karena tidak terlihat jelas. Jika terinjak, duri‑duri mereka akan menimbulkan sengatan beracun yang dapat berakibat fatal jika tidak segera diobati.

Dengan semua keanekaragaman dan sejarahnya, Bunaken tetap menjadi tujuan utama bagi penyelam dan peneliti yang ingin mengeksplorasi keindahan bawah laut Indonesia.

Taman Nasional BunakenBiodiversitas bawah lautDinding karang raksasaIkan purba CoeclacanthPenyelamEkosistem perairan tropisManadoPenelitian

Komentar

Memuat komentar...