Cadangan Devisa Indonesia Turun ke US$144,9 Miliar Bulan

Bayu K. · 2 min baca · 1 jam lalu · 29 dibaca
Bisik.id
Cadangan Devisa Indonesia Turun ke US$144,9 Miliar Bulan

Gambar atau konten salah?

Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 sebesar US$ 144,9 miliar. Jumlah ini turun dibandingkan bulan sebelumnya, yang tercatat US$ 146,2 miliar. Penurunan ini setara dengan US$ 1,3 miliar atau sekitar Rp 23,5 triliun (kurs Rp 18.000).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa penurunan cadangan devisa dipengaruhi oleh penerbitan obligasi global pemerintah, penerimaan pajak dan jasa, serta pembayaran utang luar negeri pemerintah. Kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah juga turut berperan.

"Perkembangan cadangan devisa Mei 2026 dipengaruhi penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah BI sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing musiman dari domestik," kata Denny dalam keterangan tertulis, Senin, 08 Juni 2026.

Posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026 setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Ini berada di atas standar kecukupan internasional yang biasanya sekitar 3 bulan impor.

"Berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," jelas Denny.

BI menilai ketahanan sektor eksternal tetap baik, didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai dan aliran masuk modal asing. Hal ini sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

"BI terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tambahnya.

Secara keseluruhan, cadangan devisa Indonesia masih berada di atas standar internasional, menunjukkan ketahanan sektor eksternal yang kuat dan kesiapan negara dalam menghadapi fluktuasi pasar keuangan global.

Cadangan devisaBank Indonesiaobligasi globalpembayaran utang luar negeristabilisasi nilai tukarketahanan sektor eksternalmakroekonomiinvestasi asing

Komentar

Memuat komentar...