Candi Lor Berstatus Cagar Budaya, Perlindungan Diperkuat

Hendra M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 45 dibaca
Bisik.id
Candi Lor Berstatus Cagar Budaya, Perlindungan Diperkuat

Gambar atau konten salah?

Candi Lor terletak di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Candi ini dibangun dari bata merah, namun kini sudah parah rusak sehingga bentuk aslinya hampir tidak dapat dikenali.

Menurut Usman Hadi, anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Nganjuk, situs ini sudah resmi mendapat status cagar budaya. Surat Keputusan (SK) pertama kali diterbitkan oleh Pj Bupati Nganjuk, Sri Handoko Taruna, pada 13 Februari 2025. SK tersebut kemudian diperkuat lewat penyempurnaan yang dilakukan oleh Bupati Marhaen Jumadi pada 1 Desember 2025.

Hadi menjelaskan bahwa Bupati Marhaen secara resmi menetapkan Candi Lor sebagai struktur cagar budaya peringkat kabupaten. Ia menyebutkan bahwa proses penetapan ini tidak instan, melainkan hasil dari kajian mendalam dan komprehensif oleh TACB. “Candi Lor diperkirakan menghadap ke barat. Karena di sebelah barat, ditemukan candi perwara di barat laut dan barat daya. Bekasnya masih ada, tapi sebagian sudah tertutup dan tidak dikenali,” kata Hadi.

Hadi menambahkan bahwa Candi Lor memiliki prasasti penting yang kini disimpan di Museum Nasional. Prasasti tersebut dikenal dengan nama Jaya Stamba, yang berarti tugu kemenangan. Menurut data sejarah, pembangunan Candi Lor diperkirakan berlangsung pada 859 Saka atau sekitar 937 Masehi.

Karena nilai historisnya yang tinggi, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menjadikan berdirinya Candi Lor sebagai tonggak sejarah Hari Jadi Nganjuk. Acara ini diperingati setiap tanggal 10 April secara rutin.

Dengan status cagar budaya, Candi Lor kini mendapat perlindungan hukum yang lebih kuat. Langkah ini diharapkan dapat menjaga situs bersejarah tersebut agar tidak terus terdegradasi. Candi Lor tetap menjadi bagian penting dari warisan budaya Nganjuk, menambah pemahaman tentang sejarah lokal dan kebudayaan Indonesia.

Candi LorNganjukcagar budayaTACBprasasti Jaya StambaMuseum NasionalHari Jadi Nganjuk

Komentar

Memuat komentar...