Daging Bantu Lansia Usia 100 Tahun: Studi China Mengungkap

Yuli S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 39 dibaca
Bisik.id
Daging Bantu Lansia Usia 100 Tahun: Studi China Mengungkap

Gambar atau konten salah?

Orang sering menganggap daging buruk bagi kesehatan. Namun, sebuah penelitian baru menunjukkan sebaliknya.

Daging adalah sumber protein hewani yang bisa masuk dalam pola makan bergizi seimbang. Meski begitu, banyak orang mengaitkannya dengan efek samping, khususnya daging merah.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 5.000 lansia berusia 80 tahun ke atas di China. Para peneliti memantau pola makan mereka selama kurang lebih dua dekade.

Yang diamati adalah seberapa sering peserta mengonsumsi daging, lalu dibandingkan dengan peluang mereka mencapai usia 100 tahun.

Hasilnya cukup menarik. Lansia yang memiliki berat badan rendah dan rutin makan daging setiap hari diketahui punya peluang sekitar 44% lebih besar untuk hidup hingga usia 100 tahun. Dibandingkan dengan mereka yang jarang atau tidak makan daging, kelompok ini terlihat lebih “tahan lama”.

Manfaat ini tidak berlaku untuk semua orang. Pada lansia dengan berat badan normal atau berlebih, makan daging tidak menunjukkan pengaruh apapun. Artinya, manfaat ini hanya terlihat pada kondisi tertentu, terutama pada mereka yang cenderung kurus atau berisiko kekurangan gizi.

Para peneliti menjelaskan bahwa hal ini kemungkinan berkaitan dengan kebutuhan tubuh di usia lanjut. Seiring bertambahnya usia, tubuh cenderung kehilangan massa otot dan kekuatan. Daging mengandung protein tinggi serta nutrisi penting seperti vitamin B12, zat besi, dan seng yang dibutuhkan tubuh untuk tetap kuat.

Di usia yang sangat tua, fokus utama tak lagi sekadar menghindari penyakit, tetapi juga menjaga tubuh tetap kuat dan tidak kekurangan nutrisi.

Menurut ahli gizi, ada beberapa hal yang juga penting untuk diperhatikan dalam konsumsi daging sapi. Dalam kondisi ini, asupan protein yang cukup menjadi sangat penting, terutama bagi lansia yang berat badannya rendah. Meski begitu, penting untuk dipahami bahwa penelitian ini hanya menunjukkan hubungan, bukan sebab langsung.

Artinya, belum bisa dipastikan bahwa makan daging pasti membuat umur lebih panjang. Selain itu, jenis daging yang dikonsumsi dalam penelitian ini juga tidak dijelaskan secara rinci.

Kesimpulannya, makan daging memang bisa bermanfaat, tetapi hanya pada kondisi tertentu. Untuk kebanyakan orang, pola makan seimbang tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan. Jadi, tidak perlu langsung mengubah pola makan secara ekstrem. Namun, lebih baik menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing.

Dengan memahami bahwa protein dan nutrisi penting bagi lansia, terutama yang berat badan rendah, konsumsi daging dapat menjadi bagian dari strategi menjaga kesehatan. Namun, tetap perhatikan keseimbangan dan variasi makanan agar tidak menimbulkan risiko lain.

daging merahlansiausia 100 tahunprotein hewaninutrisi pentingberat badan rendahpenelitian Chinakesehatan

Komentar

Memuat komentar...