Dekopinda Banyuwangi Bangkit, Targetkan Kolaborasi dengan KDKMP
Gambar atau konten salah?
Hari Koperasi Nasional tahun ini menjadi titik balik bagi perkoperasian di Banyuwangi. Setelah mati suri selama empat tahun, Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Banyuwangi kembali aktif. Mereka datang dengan pengurus baru, ide segar, dan rencana inovatif. Tujuannya jelas: memperkuat ekonomi kerakyatan.
Saiful Anam, Ketua Dekopinda Banyuwangi yang baru dilantik oleh Ketua Dekopinda Jawa Timur, langsung bergerak. Ia tidak mau berlama-lama. Salah satu prioritasnya adalah menjalin kerja sama lintas sektor. Termasuk dengan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
"Setelah ini saya akan berkoordinasi dengan teman-teman KDKMP untuk membicarakan soal kolaborasi dan sinergi membangun koperasi di Banyuwangi yang lebih baik," kata Saiful Anam kepada media pada Rabu, 15 Juli 2026.
Menurut Saiful, wajah-wajah baru di kepengurusan Dekopinda membawa energi yang berbeda. Mereka membawa inovasi yang sesuai dengan perkembangan jaman. Ia berharap pemerintah daerah mau menjadi mitra strategis.
"Dewan pengurus koperasi ini kan sempat vakum selama 4 tahun, dan sekarang kembali dengan kepengurusan baru serta gagasan dan inovasi baru. Kami berharap pemerintah daerah dapat berkolaborasi dengan kami untuk mendorong terwujudnya iklim perekonomian kerakyatan yang didorong oleh koperasi," tegasnya.
Kebangkitan Dekopinda Banyuwangi ini mendapat perhatian dari Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur. Ketua Dekopinda Jatim, Slamet Sutanto, mengingatkan bahwa koperasi masa kini menghadapi situasi global yang rumit. Ia menyebut tiga tantangan besar.
"Koperasi tengah menghadapi tiga tantangan utama, yakni tantangan regulasi, kompetisi, dan digitalisasi. Dengan tiga tantangan ini, Dekopinda sebagai wadah koperasi harus mampu menghadapi dengan strategi menyediakan sumber daya yang unggul," kata Slamet.
Sebagai langkah nyata, Dekopinda Jatim siap memfasilitasi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Mereka akan menggunakan Lembaga Pendidikan Koperasi Daerah (Lapenkopda).
"Akan kami latih secara khusus dengan modul yang sudah disiapkan oleh Lapenkopwil Jatim," imbuhnya.
Slamet juga menekankan pentingnya menjaga nilai dasar koperasi. Koperasi, katanya, harus berbasis gotong-royong. Jangan sampai koperasi hanya mengejar keuntungan semata. Nilai sosial harus tetap dipegang teguh.
Mengenai regulasi KDKMP, Slamet mengakui ada celah hukum jika merujuk pada UU Koperasi Nomor 25 Tahun 1992. Namun, ia optimis. Pembahasan undang-undang baru di Komisi VI DPR RI diharapkan membawa perubahan positif.
"Mudah-mudahan UU yang baru ini mengakomodir KDKMP menjadi koperasi sejati. Kami mendukung karena ini proyek strategi nasional dan dukungan ini berbentuk memberikan kritik yang membangun, bukan kritik yang membabi buta," jelas Slamet.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyambut baik. Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menyatakan dukungan penuh untuk kepengurusan baru Dekopinda.
"Sebagaimana koperasi ini telah masuk dalam program strategi nasional, maka Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memberikan dukungan optimal. Kami menyambut baik kepengurusan baru ini sekiranya bisa turut membangun Kabupaten Banyuwangi ke arah yang lebih baik," ujar Mujiono.
Mujiono setuju bahwa nilai-nilai dasar koperasi adalah pilar penting. Koperasi bisa menyejahterakan masyarakat dari tingkat paling bawah.
"Koperasi ini adalah budaya yang di dalamnya ada nilai-nilai luhur kekeluargaan dan gotong-royong. Maka seyogyanya koperasi ini menjadi soko guru perekonomian yang menyejahterakan masyarakatnya," pungkas Wakil Bupati Banyuwangi.
Sinergi antara Dekopinda, para pegiat koperasi, dan Pemkab Banyuwangi diharapkan tidak berhenti pada seremoni. Hari Koperasi Nasional tahun ini bisa menjadi awal kebangkitan ekonomi kerakyatan di Banyuwangi. Semua pihak berharap koperasi benar-benar menjadi tulang punggung perekonomian warga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gerhana Matahari Total 2027, Dua Kota Suci Digelapkan
Kapolres Gresik Kunjungi Kodim dan Kejari Perkuat Sinergitas
Putri Korban Hilang usai Ayah Ditemukan Terkubur di Kebun
Dua Siswa Baru, SDN Bedug Tetap Belajar
6 Jabatan Eselon II Jatim Masih Kosong, Proses Seleksi Berjalan
Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Berita Terbaru
Polres Muba Kumpulkan Kades Cegah Karhutla
Logo HUT ke-81 RI Rilis, Ini Tautan Unduhnya
Dekopinda Banyuwangi Bangkit, Targetkan Kolaborasi dengan KDKMP
Menkomdigi Dukung Penuh Larangan Gadget di Sekolah
Prabowo Groundbreaking Proyek Gas Masela Besok
Rodri Pujian Zlatan, Pemain Kurang Diakui
300 Ton Sampah Palembang Hilang Tiap Hari
Imigrasi Bali Perketat Patroli WNA
Prancis Tetap Primadona Wisata Usai Kalah Piala Dunia
