Desa Jambi: Jejak Lisan Pasukan Sriwijaya di Nganjuk
Gambar atau konten salah?
Desa Jambi berada di Kecamatan Baron, Nganjuk, Jawa Timur. Nama desa ini terdengar asing, namun ia memiliki kisah yang terus diceritakan dari generasi ke generasi. Banyak yang mengaitkan desa ini dengan pasukan Melayu dari kerajaan Sriwijaya.
Menurut cerita rakyat, pasukan itu pernah singgah dan bertempur di wilayah Anjuk Ladang pada masa pemerintahan Pu Sindok sekitar 01 Januari 1000 Masehi. Mereka dikatakan datang menggunakan armada kapal perang lewat jalur Sungai Brantas kuno dan mendarat di pelabuhan bernama Bandaralim. Area persawahan di desa tersebut diyakini warga sebagai aliran Bengawan Brantas Kuno.
Aries Trio Efendi, petugas Dinas Porabudpar Nganjuk, menyatakan bahwa cerita ini masih sebatas lisan. “Belum pernah dilakukan kajian maupun penelitian khusus untuk memastikan kebenaran cerita tersebut,” ujar Aries. Ia menambahkan bahwa di sekitar Desa Jambi ditemukan jejak peninggalan sejarah, termasuk Prasasti Wwahan yang ditemukan di Dusun Bandaralim, Desa Demangan, Kecamatan Tanjunganom. Dusun ini berada di sisi barat Desa Jambi.
Prasasti tersebut bukan berasal dari masa Pu Sindok. “Prasasti Wwahan berasal dari masa Raja Dharmawangsa Teguh sekitar tahun 1016 Masehi, jadi tidak sezaman dengan Pu Sindok,” ungkap Aries. Tanggal 01 Januari 1016 Masehi menandai periode tersebut. Selain prasasti, di sekitar lokasi juga ditemukan bekas reruntuhan bangunan yang diduga candi, namun belum teridentifikasi secara pasti asal periode maupun bentuk bangunannya.
Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Nganjuk, Sukadi, menambahkan bahwa asal-usul nama Desa Jambi masih memiliki banyak versi dan membutuhkan kajian lebih lanjut. Menurut Sukadi, kata “Jambi” sudah muncul dalam Prasasti Bangle I yang ditemukan di wilayah hutan Desa Bangle, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Prasasti tersebut berasal dari 01 Januari 908 Masehi, pada masa Kerajaan Medang di era pemerintahan Raja Dyah Balitung. “Dalam prasasti itu nama Jambi sudah disebut,” ujarnya. Ia juga menyebut kemungkinan asal nama Desa Jambi berasal dari toponimi nama pohon jambe, yang dahulu banyak tumbuh di kawasan tersebut.
Hingga kini, tidak ada penelitian khusus yang mengonfirmasi hubungan Desa Jambi dengan pasukan Melayu Sriwijaya. Namun, jejak sejarah yang ada memberi petunjuk bahwa desa ini memang memiliki akar sejarah yang kaya, mencerminkan hubungan lintas pulau antara Jawa dan Sumatera pada masa lampau.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kementerian Kehutanan Luncurkan Aplikasi Ayo ke Taman Nasional
Kemenpar Luncurkan Program Delisting Akomodasi Keamanan
Singapura Jadi Destinasi Utama Wisatawan Indonesia 2026
Trans Hotel Surabaya Buka 28th Sky Beach Club Tertinggi
Porong Lama: Keramaian Mati Akibat Lumpur Lapindo Sidoarjo
Konflik Gebby Vesta & Sopir Taksi Di Bali Berakhir Damai
Berita Terbaru
Monyet Liar Kehadiran Mengganggu Madrasah di Pasuruan
Tiga Resep Daging Sapi Jawa: Ragam Rasa Tradisional
Renang Indonesia: 26 Nomor, 400 Peserta, Tiga Hari Kompetisi
PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026: 3.053 Formasi Ditawarkan
Forum BPOM dan Kemenkes Bahas Gula Tersembunyi di Produk
Rudi Garcia Tegaskan Lukaku Tidak Starter di Piala Dunia
Perez Janji 150 Juta Euro Transfer Pemain Baru Real Madrid
Indonesia Siapkan Bursa Mineral Strategis, Operasi Mulai 2027
Bank Aladin Syariah Laba 304% Jadi Rp 150,7 Miliar 2025
