Diabetes Tipe 2 di Remaja, Wali Keluarga Diminta Tanggap

Teguh A. · 2 min baca · 18 hari lalu · 40 dibaca
Bisik.id
Diabetes Tipe 2 di Remaja, Wali Keluarga Diminta Tanggap

Gambar atau konten salah?

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan keprihatinannya terhadap peningkatan kasus diabetes tipe 2 pada usia muda. Ia menilai pola penyakit ini telah berubah drastis, menembus batas usia 40 tahun ke atas yang dulu menjadi ciri khasnya.

Dalam keterangan tertulis pada Minggu 24 Mei 2026, Dante mengungkapkan bahwa kini penyakit yang sebelumnya hanya terdeteksi pada orang dewasa kini muncul pada remaja, bahkan pada anak usia SMP. Ia menyatakan, "Dulu diabetes tipe 2 identik dengan usia 40 atau 50 tahun ke atas. Tetapi hari ini, dan ini yang membuat saya tidak bisa tenang sebagai seorang dokter, kita mulai melihatnya muncul pada remaja, bahkan beberapa kasus pada anak usia SMP,".

Menurutnya, perubahan pola hidup menjadi penyebab utama. Anak dan remaja kini jarang bergerak, menghabiskan waktu lama menatap layar gadget, kurang tidur, serta mengonsumsi makanan tinggi gula dan ultra-proses secara berlebihan. Ia menambahkan, "Kebiasaan anak dan remaja saat ini cenderung minim aktivitas fisik, terlalu lama menatap layar gadget, kurang tidur, hingga mengonsumsi makanan tinggi gula dan ultra-proses secara berlebihan."

Selain faktor fisik, tekanan mental dan stres yang dialami remaja masa kini juga turut memperburuk kondisi kesehatan mereka. Ini menambah kompleksitas penanganan penyakit ini pada generasi muda.

Dante menekankan bahwa diabetes tipe 2 pada remaja dapat berkembang lebih cepat dan lebih agresif dibandingkan pasien dewasa. Ia menegaskan, "Diabetes tipe 2 pada remaja cenderung berkembang lebih cepat dan lebih agresif dibandingkan pada orang dewasa,".

Ia menilai bahwa penanganan tidak boleh hanya mengandalkan obat-obatan. Perubahan kebiasaan sehari‑hari di lingkungan keluarga menjadi kunci utama. Ia mengajak, "Ini bukan untuk menakut-nakuti. Pencegahan harus dimulai sekarang. Makan bersama, tidur cukup, mengurangi waktu di depan layar, dan aktif bergerak bersama keluarga,".

Contoh nyata yang ia lakukan adalah mengajak anaknya melakukan aktivitas fisik bersama, seperti mendaki gunung. Ia percaya kegiatan ini tidak hanya menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada gadget.

Menurut Dante, kebiasaan sederhana seperti bergerak aktif bersama keluarga dapat menurunkan risiko berbagai penyakit metabolik, termasuk diabetes tipe 2. Ia menekankan pentingnya kebiasaan tersebut dalam menjaga kesehatan generasi muda.

Hasil pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah-sekolah menunjukkan semakin banyak masalah kesehatan yang dialami anak dan remaja sejak usia dini. Selain diabetes, ditemukan pula kasus hipertensi, anemia, hingga gangguan kesehatan gigi pada pelajar.

Perubahan pola hidup dan pencegahan dini menjadi kunci utama dalam menanggulangi tren diabetes tipe 2 pada remaja. Kebiasaan sehat di rumah dan di sekolah dapat membantu menurunkan risiko penyakit metabolik di masa depan.

diabetes tipe 2remajapola hidupgadgetaktivitas fisikpencegahankebugaran keluargametabolik

Komentar

Memuat komentar...