Diet dan Jerawat: Gula, Susu, dan Proses Memicu Kulit

Kartika D. · 4 min baca · 24 hari lalu · 45 dibaca
Bisik.id
Diet dan Jerawat: Gula, Susu, dan Proses Memicu Kulit

Gambar atau konten salah?

Jerawat tidak hanya dipicu oleh produk perawatan kulit atau kebersihan wajah yang kurang. Banyak orang tidak sadar bahwa makanan sehari‑harinya juga dapat memengaruhi kondisi kulit. Makanan tinggi gula, produk susu, dan makanan ultra‑proses sering disebut sebagai faktor yang dapat memicu jerawat lebih mudah muncul dan sulit mereda.

Benarkah pola makan dapat memengaruhi jerawat? Menurut dokter sekaligus praktisi estetika dr. Silvia Kartika dari Seraphim Medical Center, jerawat memang dipengaruhi banyak faktor lain seperti hormon, stres, faktor genetik, dan kebiasaan merawat kulit. Namun, pola makan dapat ikut memengaruhi kondisi kulit pada sebagian orang. Ia menegaskan, “makanan tertentu memang dapat memicu breakout, meski efeknya tidak selalu sama pada setiap orang.”

Secara ilmiah, hubungan antara makanan dan jerawat diduga berkaitan dengan proses peradangan serta perubahan hormon di dalam tubuh yang kemudian memengaruhi produksi minyak pada kulit. Ketika produksi minyak meningkat dan pori‑pori lebih mudah tersumbat, jerawat pun bisa muncul atau menjadi lebih meradang. Karena itu, pola makan kini semakin sering diperhatikan sebagai salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi jerawat, meskipun bukan menjadi penyebab utamanya.

Berikut beberapa jenis makanan yang sering dikaitkan dengan breakout dan jerawat yang sulit membaik:

Junk Food dan Fast Food

Makanan seperti junk food dan fast food sering dikaitkan dengan munculnya jerawat, terutama jika dikonsumsi terlalu sering. Jenis makanan ini umumnya termasuk makanan ultra‑proses, yakni makanan yang telah melewati banyak tahapan pengolahan dan cenderung tinggi kalori, lemak, garam, serta bahan tambahan tertentu. dr. Silvia mengatakan makanan cepat saji menjadi salah satu jenis makanan yang paling sering berpengaruh pada kondisi kulit berjerawat.

“Kalau untuk makanan yang paling berpengaruh ke jerawat itu biasanya junk food, fast food. Intinya makanan yang diproses, bukan real food,” ujar dr. Silvia. Menurutnya, ultra‑processed food umumnya memiliki kualitas nutrisi yang kurang baik bagi tubuh. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan kulit dan membuat wajah lebih mudah mengalami breakout.

Sejumlah penelitian juga menemukan adanya hubungan antara konsumsi makanan ultra‑proses dengan peningkatan risiko jerawat. Sebuah studi yang dipublikasikan di JAMA Dermatology menemukan bahwa orang yang lebih banyak mengonsumsi makanan dan minuman ultra‑proses memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami jerawat dibanding mereka yang jarang mengonsumsinya. Hal ini berkaitan dengan kandungan lemak, gula, serta proses pengolahan makanan yang dapat memicu peradangan di dalam tubuh. Peradangan tersebut kemudian ikut memengaruhi kondisi kulit, termasuk memperburuk jerawat yang sudah ada.

Produk Susu dan Gluten

Selain junk food dan makanan ultra‑proses, produk susu serta makanan tinggi gluten juga disebut dapat memicu jerawat pada sebagian orang. Namun, efeknya tidak selalu sama karena setiap orang memiliki sensitivitas tubuh yang berbeda. dr. Silvia mengatakan, “Kalau yang agak alergi dengan dairy product itu juga bisa bikin jerawat. Terus yang tinggi gluten juga itu pengaruh. Tapi nggak semuanya. Nggak semua orang yang mengonsumsi itu bisa jadi jerawat.”

Produk susu, terutama susu sapi, cukup sering dikaitkan dengan jerawat dalam berbagai penelitian. Sebuah meta‑analisis yang dipublikasikan dalam Nutrients menemukan konsumsi susu memiliki hubungan dengan peningkatan risiko acne vulgaris, terutama pada remaja dan dewasa muda. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi susu dapat memengaruhi hormon di dalam tubuh yang berkaitan dengan produksi minyak kulit. Akibatnya, pori‑pori lebih mudah tersumbat dan jerawat bisa lebih mudah muncul atau meradang pada sebagian orang.

Sementara itu, hubungan gluten dan jerawat sebenarnya belum sekuat dairy product. Namun, pada sebagian orang yang memiliki sensitivitas gluten atau gangguan tertentu seperti celiac disease, makanan tinggi gluten diduga dapat memicu peradangan yang ikut memengaruhi kondisi kulit, termasuk memperburuk jerawat atau memicu breakout.

Minuman dan Makanan Tinggi Gula

Minuman dan makanan tinggi gula juga menjadi salah satu jenis konsumsi yang paling sering dikaitkan dengan jerawat. Tidak hanya makanan manis, minuman kemasan, soda, hingga minuman kekinian dengan tambahan gula tinggi juga disebut dapat memengaruhi kondisi kulit. dr. Silvia mengatakan konsumsi gula berlebih memang termasuk salah satu faktor yang dapat memicu breakout.

“Tinggi gula juga termasuk salah satunya. Jadi minuman manis, minuman kaleng, minuman botol, minuman soda, semuanya itu juga bisa bikin kulit berjerawat,” ujar dr. Silvia. Secara ilmiah, lonjakan gula darah akibat konsumsi gula berlebih dapat memicu peningkatan insulin dan peradangan yang berperan pada produksi minyak kulit serta munculnya jerawat.

Beberapa penelitian menemukan orang yang lebih sering mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi cenderung memiliki risiko jerawat lebih besar dibanding mereka yang pola makannya lebih rendah gula. Sebuah tinjauan penelitian dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics juga menyebut pola makan tinggi gula dan karbohidrat olahan memiliki hubungan dengan peningkatan acne vulgaris. Karena itu, pengidap kulit berjerawat disarankan mulai memperhatikan konsumsi gula harian, terutama dari minuman manis dan ultra‑processed food yang dikonsumsi berlebihan.

Dengan memahami hubungan antara makanan dan jerawat, orang dapat membuat pilihan yang lebih sadar. Mengurangi konsumsi makanan ultra‑proses, produk susu, gluten, dan gula tinggi dapat membantu menurunkan peradangan dan produksi minyak kulit. Namun, setiap individu berbeda, sehingga penting untuk memantau reaksi kulit setelah mengubah pola makan. Jika jerawat tetap tidak kunjung sembuh, konsultasi dengan dokter kulit tetap menjadi langkah yang tepat.

JerawatMakanan tinggi gulaProduk susuGlutenJunk FoodFast FoodPeradangan

Komentar

Memuat komentar...