Dinkes Sumsel Selidiki Dugaan Malpraktik Persalinan di Prabumulih

Iwan D. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Dinkes Sumsel Selidiki Dugaan Malpraktik Persalinan di Prabumulih

Gambar atau konten salah?

Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mengonfirmasi telah menerima laporan mengenai dugaan malpraktik yang menyebabkan seorang wanita berusia 22 tahun, berinisial SA, meninggal dunia setelah menjalani proses persalinan. Suami korban, KA (25), telah melaporkan kejadian ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sumsel, Icon Harizon, menyatakan pihaknya sudah mengirimkan surat ke Dinkes Prabumulih untuk memverifikasi peristiwa tersebut. "Dinkes Prabumulih sudah ke RS Fadhilah untuk mendapatkan laporan kronologi kejadian," ujarnya pada Selasa, 14 Juli 2026. Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan Dinkes Kota Prabumulih masih terus berjalan.

Dari hasil koordinasi awal, secara garis besar pasien mengalami atonia uteri—kondisi di mana rahim gagal berkontraksi setelah melahirkan, yang bisa menyebabkan pendarahan hebat. Namun, Icon menegaskan laporan lengkap tidak bisa dibagikan ke publik karena menyangkut kerahasiaan rekam medis pasien. "Laporannya tidak bisa di-share untuk publik karena terkait kerahasiaan rekam medis. Kalau secara garis besar, laporan yang disampaikan pasien mengalami atonia uteri," jelasnya.

Terkait laporan dugaan malpraktik yang sudah masuk ke kepolisian, Dinkes Sumsel menyatakan menghormati proses hukum yang berjalan. "Pada prinsipnya Dinkes Sumsel menghormati sepenuhnya hak hukum warga negara dan proses penyelidikan yang sedang berjalan di kepolisian," kata Icon. Ia menambahkan, posisi Dinkes Sumsel dalam kasus ini adalah sebagai pembina dan pengawas fasilitas kesehatan. "Kami akan melakukan evaluasi, audit medis internal, dan memeriksa pemenuhan SOP di fasilitas kesehatan yang bersangkutan," imbuhnya.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap prosedur medis di fasilitas kesehatan, terutama saat penanganan persalinan. Atonia uteri sendiri merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu melahirkan di Indonesia jika tidak ditangani cepat dan tepat. Proses audit internal yang dijanjikan Dinkes Sumsel diharapkan bisa mengungkap apakah ada kelalaian dalam penanganan pasien SA.

dugaan malpraktikpersalinanatonia uterikematian ibuDinkes Sumselaudit medispengawasan fasilitas kesehatan

Komentar

Memuat komentar...