Dokter: Risiko Cedera Hyrox Tak Main-Main

Guntur P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Dokter: Risiko Cedera Hyrox Tak Main-Main

Gambar atau konten salah?

Setelah suksesnya penyelenggaraan Hyrox Jakarta beberapa waktu lalu, tren olahraga ini diprediksi akan meledak di Indonesia. Tapi ada kekhawatiran: banyak orang mendaftar hanya karena takut ketinggalan tren, atau yang biasa disebut FOMO (fear of missing out).

Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr Antonius Andi Kurniawan, SpKO, mengingatkan bahwa Hyrox bukan sekadar lomba lari biasa atau latihan gym. Dokter Andi, yang juga menjabat sebagai medical lead di Hyrox Jakarta 2026, menekankan bahwa intensitas tinggi dalam kompetisi ini membuat peserta rentan terhadap berbagai cedera. Terutama bagi mereka yang tidak paham batas kemampuan tubuh sendiri.

"Cedera yang paling ringan adalah kram ya. Kemarin (di Hyrox Jakarta) banyak banget yang kram, di antara lari itu kram, di antara narik, dorong, atau angkat, atau lempar itu kram," kata dr Andi dalam acara Sunset Talk, Senin, 13 Juli 2026.

"Tapi banyak juga cedera, sampai heat stroke, sampai kemarin juga ada gangguan irama jantung," sambungnya.

Heat stroke adalah kondisi darurat medis ketika suhu tubuh melonjak drastis hingga 40 derajat Celsius atau lebih. Ini terjadi saat sistem pengaturan suhu tubuh gagal akibat paparan panas ekstrem. Kondisi ini serius dan butuh pertolongan segera.

Hyrox memang punya tantangan berat. Kompetisi kebugaran ini menggabungkan lari sejauh 8 kilometer dengan delapan stasiun latihan fungsional. Peserta harus menyelesaikan semuanya dalam waktu secepat mungkin.

"Meskipun itu di ruang indoor dan AC, si penyelenggara itu punya standar ya. Suhunya itu nggak boleh di atas 22 derajat Celsius," kata dr Andi.

"Tapi, masih ada juga yang heat stroke," tutupnya.

Dari penjelasan dr Andi, jelas bahwa Hyrox bukan olahraga ringan. Meskipun diadakan di dalam ruangan dengan suhu terkontrol, risiko cedera serius tetap ada. Peserta perlu benar-benar mempersiapkan diri, bukan sekadar ikut-ikutan tren.

Hyroxcederaheat strokeFOMOkramtren olahragapersiapan

Komentar

Memuat komentar...