Dolar AS Menguat ke Rp 17.948 Pagi Ini
Gambar atau konten salah?
Nilai tukar dolar Amerika Serikat kembali menunjukkan penguatan di hadapan rupiah pada perdagangan pagi ini. Berdasarkan data yang dihimpun dari Bloomberg, Selasa (13 Oktober 2026), mata uang Negeri Paman Sam tersebut diperdagangkan di level Rp 17.948. Angka ini menandakan adanya kenaikan sebesar 35 poin atau setara dengan 0,20 persen jika dibandingkan dengan posisi sebelumnya.
Pergerakan dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya justru memperlihatkan hasil yang beragam. Di satu sisi, dolar mengalami pelemahan ketika berhadapan dengan yen Jepang, euro, dan pound sterling. Namun di sisi lain, dolar AS berhasil mencatatkan penguatan tipis terhadap yuan China dan dolar Australia. Sementara itu, posisi dolar AS terhadap dolar Singapura tercatat tidak berubah alias stagnan.
Secara lebih terperinci, pelemahan dolar AS terhadap yen Jepang mencapai 0,18 persen. Adapun terhadap euro, dolar melemah sebesar 0,15 persen, dan turun 0,05 persen jika dibandingkan dengan pound sterling. Sebaliknya, dolar AS justru menguat 0,02 persen terhadap yuan China dan naik 0,05 persen terhadap dolar Australia.
Fluktuasi nilai tukar semacam ini merupakan hal yang lazim terjadi di pasar keuangan global. Pergerakan mata uang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari data ekonomi yang dirilis masing-masing negara hingga sentimen pelaku pasar terhadap prospek kebijakan moneter. Bagi pelaku usaha yang bergantung pada transaksi internasional, perubahan kecil seperti ini tetap perlu dicermati karena dapat memengaruhi biaya impor maupun daya saing ekspor dalam jangka pendek.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Maybank Indonesia Luncurkan Fast Remittance di M2U ID Bersama NIUM
BGN Ungkap Aturan MBG saat Sekolah Terapkan PJJ
HIPMI Minta Masyarakat Tak Panik Saat IHSG Anjlok
BEI Tetapkan 19 Saham Baru dalam Kategori HSC
MSCI Putuskan Tinjauan Indeks November 2026, Indonesia Masih Emerging Market
IHSG Menguat 0,29% ke 5.943, BBCA Topang Kenaikan
