DPR Dorong Magang Nasional untuk Lulusan SMA/SMK
Gambar atau konten salah?
Sebuah usulan untuk memperluas Program Magang Nasional hingga mencakup lulusan SMA dan SMK muncul dalam rapat kerja antara Komisi IX DPR dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Gagasan ini dianggap penting agar manfaat program bisa menjangkau lebih banyak kalangan, terutama mereka yang tinggal di daerah dengan akses terbatas ke dunia industri.
Saat ini, Program Magang Nasional hanya terbuka bagi lulusan baru jenjang diploma dan sarjana. Peserta program ini mendapatkan uang saku yang besarnya setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
Anggota Komisi IX DPR Surya Utama, yang juga dikenal sebagai Uya Kuya, menyampaikan pertanyaan langsung kepada Menteri Ketenagakerjaan. Ia menanyakan bagaimana Kementerian Ketenagakerjaan memastikan program magang ini bisa dirasakan oleh seluruh lulusan SMK dan SLTA sederajat di Indonesia. Termasuk di daerah-daerah yang aksesnya ke dunia industri masih terbatas. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja di Gedung DPR, Jakarta, pada Selasa, 07 Juli 2026.
Menanggapi hal itu, Yassierli mengatakan pihaknya perlu mempelajari ketentuan yang berlaku terlebih dahulu. Jika memungkinkan, perluasan peserta Program Magang Nasional untuk lulusan SMA dan SMK akan dipertimbangkan. Rencananya, perubahan itu baru akan diterapkan mulai angkatan ketiga program tersebut.
Saat ini, program magang nasional tengah bersiap memasuki angkatan kedua. "Mungkin angkatan ketiga nanti, kita akan lihat apakah ini juga bisa kita perluas untuk mereka yang lulusan SMA dan SMK, untuk magang," ujar Yassierli.
Yassierli menjelaskan bahwa kebutuhan lulusan SMA dan SMK berbeda dengan lulusan perguruan tinggi. Menurutnya, lulusan sekolah menengah lebih membutuhkan sertifikasi keterampilan. Sementara itu, lulusan diploma dan sarjana lebih memerlukan pengalaman langsung atau eksposur di lingkungan kerja.
"Walaupun di paparan kami kita sudah sampaikan, itu dua tipologi yang berbeda. Saat ini kami melihat adik-adik kita lulusan SMA dan SMK itu yang dibutuhkan sertifikasi. Untuk lulusan perguruan tinggi yang dibutuhkan itu adalah exposure tempat kerja," terang Yassierli.
Ia menambahkan, masukan dari DPR soal perluasan program ini akan menjadi perhatian pemerintah. Kementerian Ketenagakerjaan juga akan mengkaji peluang agar lulusan SMA dan SMK, khususnya di daerah, bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti program tersebut. "Itu asumsi kami saat ini. Tapi, tadi ketika ada masukan untuk kita juga memperhatikan mereka SMA dan SMK yang di daerah untuk mendapatkan kesempatan yang sama, nanti kami akan kaji," tutur Yassierli.
Usulan ini menunjukkan adanya perhatian terhadap kelompok lulusan sekolah menengah yang selama ini belum tercakup dalam program magang berskala nasional. Pemerintah sendiri mengakui adanya perbedaan kebutuhan antara lulusan SMA/SMK dengan lulusan perguruan tinggi, sehingga perluasan program tidak bisa dilakukan secara instan tanpa kajian lebih lanjut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kelangkaan BBM di Medan, Warga Antre Berjam-jam
Mentan Tinjau Lokasi Kopi Gayo Pascabencana
Evil Dead Burn" Siap Tayang di Indonesia 17 Juni
Dahnil: Kasus Haji dan Umrah Jadi Koreksi Revolusioner
Antrean BBM di Medan, Bobby Minta TNI Gantikan Sopir
KLH Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis, Target Tanam 2 Miliar Pohon
Berita Terbaru
Penyandang Disabilitas Raih Dua Cumlaude, Kini Incar CPNS
Kelangkaan BBM di Medan, Warga Antre Berjam-jam
Jadwal Sholat Rabu 15 Juli 2026 38 Kota di Jatim
Pickford Yakin Inggris Kepala Dingin Hadapi Argentina
Jalan Mulus Nelayan Senang, Ekonomi Lampon Naik Kelas
Polisi Antar Siswa SD Tersesat di Gresik
MU Rekrut Karl Darlow, Kiper 35 Tahun dari Leeds
Kapolres Banyuasin Silaturahmi ke Kejari dan Yonif TP 950
Badung Tinggalkan Tapping Box, Beralih ke Web Service
MPLS di Probolinggo Berjalan Lancar, Tanpa Perpeloncoan
