Dahnil: Kasus Haji dan Umrah Jadi Koreksi Revolusioner

Bima J. · 1 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Dahnil: Kasus Haji dan Umrah Jadi Koreksi Revolusioner

Gambar atau konten salah?

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, angkat bicara soal sederet masalah yang belakangan menghiasi pemberitaan. Mulai dari kekerasan di pesantren di Lombok, dugaan kartel dalam penyelenggaraan haji, hingga penipuan travel umrah. Menurut Dahnil, semua kejadian ini harus dijadikan momentum untuk melakukan perbaikan besar-besaran.

"Kasus kekerasan di pesantren di Lombok dan deretan kasus lainnya. Kasus kartel di Haji, penipuan keuangan berkedok syariah seperti DSI, penipuan travel umrah dan haji, penipuan badal haji, penipuan DAM dan lain-lain, harus menjadi koreksi revolusionir bagi kita semua," ujar Dahnil pada Selasa, 14 Juli 2026.

Ia menegaskan perlunya tindakan keras terhadap mereka yang menyalahgunakan otoritas keagamaan. "Harus berani bertindak keras dan tegas kepada mereka-mereka yang berlindung menggunakan topeng atau kedok otoritas keagamaan," katanya.

Dahnil memperingatkan, jika tidak ada tindakan tegas, maka reputasi para pendakwah, ustadz, dan kyai yang bekerja dengan tulus akan tercoreng. "Bila tidak, kerja-kerja baik para pendakwah, ustadz, kyai, guru yang tulus ingin menebar nilai baik untuk peradaban serta cita-cita besar pendiri negara seperti Pak Hos, Mbah Dahlan, Mbah Hasyim, dll akan direduksi kelakuan orang-orang jahat bertopeng otoritas keagamaan tersebut," jelasnya.

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk membereskan sektor haji dan umrah. Meski diakuinya tidak mudah, Dahnil menilai langkah ini harus dimulai. "Saya berkomitmen untuk menjaga dan membereskan haji dan umrah, apa pun halangannya, tidak mudah memang tapi harus dimulai," tuturnya.

Rangkaian kasus yang disebutkan Dahnil mencakup berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan ibadah. Mulai dari travel umrah fiktif hingga jasa badal haji palsu. Semua ini, menurutnya, memanfaatkan kepercayaan masyarakat pada simbol-simbol keagamaan.

kekerasan pesantrenkartel hajipenipuan travel umrahotoritas keagamaanperbaikan sistemWamen HajiDahnil Anzar

Komentar

Memuat komentar...