DPR Sidak SPBU Medan, Sebut Stok Aman Distribusi Bermasalah
Gambar atau konten salah?
Anggota DPR RI Ade Jona Prasetyo melakukan inspeksi mendadak ke sebuah SPBU di Medan, Sumatera Utara, pada Rabu sore. Kunjungan ini bertujuan untuk mengecek langsung ketersediaan bahan bakar minyak yang belakangan sulit didapatkan di sejumlah stasiun pengisian di kota tersebut.
Dalam kunjungannya ke SPBU yang berlokasi di Jalan Sumarsono, Ade Jona terlihat memeriksa pasokan BBM dan berbincang dengan beberapa pengendara yang sedang mengisi bahan bakar. Ia memastikan bahwa stok BBM sebenarnya masih mencukupi. "Hari ini kami memastikan stok BBM masih cukup," ujarnya setelah melakukan sidak.
Yang menjadi masalah, menurut Ade, adalah distribusi. Ia mendesak Pertamina dan Elnusa untuk segera bergerak. "Dalam waktu secepat-cepatnya kepada pihak terkait Pertamina dan Elnusa untuk bisa mengeksekusi dan 161 armada ditambah dari daerah lain untuk bisa didistribusi secepatnya," jelas politisi tersebut.
Ade juga menanggapi isu yang beredar mengenai kekurangan sopir pengangkut BBM. Ia mengakui ada masalah internal. "Tadi sudah dijelaskan masalah fraud (curang), ada 125 sopir yang begitu. Tapi kita terus berkoordinasi supaya langsung bisa menyelesaikan untuk membawa tangki yang ada di depot dan langsung kita upayakan untuk distribusikan, targetnya 1 tangki itu berisi 2000 liter minyak," katanya.
Ia juga menyoroti keterlibatan personel TNI yang ikut membantu mengantarkan BBM ke SPBU. Menurut Ade, langkah itu cukup baik. Namun ia menekankan agar PT Elnusa Petrofin segera menyelesaikan konflik internal yang menjadi akar masalah.
Dari hasil pertemuan dengan Elnusa dan Pertamina, Ade menyebutkan ada solusi konkret. Pihaknya akan menambah 161 armada untuk pendistribusian minyak ke seluruh Sumatera Utara. Selain itu, sekitar seratus lebih sopir distribusi BBM dari berbagai daerah akan dialihkan sementara ke Sumatera, khususnya Sumut.
"Kita minta masyarakat untuk tetap tenang dan jangan panic buying, beli stok secukupnya. Karena memang stok BBM aman hanya distribusinya saja yang perlu diperbaiki," pungkas Ade.
Masalah distribusi BBM di Sumatera Utara ini bukan soal kelangkaan pasokan, melainkan hambatan di rantai pengiriman. Konflik internal di perusahaan penyedia jasa transportasi BBM dan dugaan kecurangan yang melibatkan puluhan sopir menjadi penyebab utama terhambatnya aliran BBM ke SPBU. Penambahan armada dan pengalihan sopir dari daerah lain diharapkan bisa menjadi solusi jangka pendek.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gibran Janji Jembatan Way Bunut Rampung Akhir Juli
Richard Lee Pingsan di Sel, Minta Pindah ke Rumah Sakit
Wali Kota Medan Desak Pertamina Normalisasi Distribusi BBM
Trump Batalkan Tarif Selat Hormuz, Beralih ke Investasi
Bobby Nasution Tegas ke Kontraktor: Jangan Kurangi Spek Bangunan SMK
Pemkot Medan Desak Pertamina Atasi Antrean BBM
Berita Terbaru
Pedagang Pasar Mentigi Direlokasi ke Lapangan Sampalan
DPR Sidak SPBU Medan, Sebut Stok Aman Distribusi Bermasalah
Gibran Janji Jembatan Way Bunut Rampung Akhir Juli
Program Cikabayam: 250 Ayam Dibagikan ke Warga Banjaran
49 SD di Tulungagung Minim Peminat, 4 Tanpa Murid Baru
Kemenag Tulungagung Cek Arah Kiblat Pakai Bayangan Matahari
Menteri Desa Gandeng 10 Asosiasi untuk Sosialisasi Kopdes Merah Putih
Penataan 7 Ulu Palembang Siap Disulap Jadi Ruang Publik Modern
