Dr. Aru Beri Tips Sehat Saat Menikmati Daging Kurban
Gambar atau konten salah?
Idul Adha selalu diwarnai dengan aroma daging kurban, mulai dari sapi hingga kambing. Pagi hingga malam, meja makan dipenuhi sate, gulai, tongseng, dan rendang. Momen ini jarang terjadi, sehingga banyak orang menikmati dengan penuh syukur.
Namun, dr Aru Ariyatno, SpPD-KGEH, spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroenterologi hepatologi di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, mengingatkan agar tidak berlebihan saat menikmati daging kurban. Ia menekankan pentingnya menjaga pencernaan dan kesehatan tubuh.
“Masa dari pagi sampai malam dari sate, gulai, tongseng sampai rendang? Jangan. Cukup pagi makan mungkin sate beberapa (tusuk),” ujar dr Aru saat ditemui pada 26 Mei 2026. “Sudah, sisanya nanti sesuaikan dengan kondisi badan kita. Jangan over,” tambahnya.
Menurutnya, panitia kurban sudah mengatur porsi daging agar tidak berlebihan. Bagi yang berkurban, jatah daging yang boleh diambil pun terbatas. Ketika dihadapkan pada pilihan menu olahan daging kurban, dr Aru memiliki preferensi tertentu. Ia lebih menyarankan sate daripada opor.
“Kalau saya sih sarannya lebih baik sate. Atau kalau perlu jangan opor, tapi dalam bentuk sup bening. Itu lebih baik,” jelas dr Aru. Ia menegaskan bahwa sup bening lebih aman bagi kesehatan dibandingkan opor kental.
Topik lain yang sering diperdebatkan adalah perbandingan daging kambing dan sapi. Mitos bahwa daging kambing lebih berbahaya dibandingkan sapi diungkapkan sebagai tidak benar. Menurut dr Aru, kedua jenis daging ini pada dasarnya sama-sama sehat dan memiliki kandungan gizi yang mirip.
Namun, ada catatan penting bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu, khususnya pengidap hipertensi. “Secara umum daging sapi dengan daging kambing itu memiliki kadar yang hampir mirip. Meskipun daging kambing itu memiliki kadar sodium yang lebih tinggi sedikit daripada daging sapi,” ungkap dr Aru. “Sehingga pada beberapa kasus, kadar sodium yang tinggi itu pada penderita hipertensi bisa meningkatkan hipertensi atau terjadinya serangan hipertensi akibat kadar sodium yang tinggi,” pungkasnya.
Video singkat yang menampilkan perbandingan jeroan dan kulit sapi juga menjadi referensi bagi yang ingin tahu lebih banyak. Meski tidak ada tautan langsung, penonton dapat menonton video tersebut di platform yang tersedia.
Untuk menjaga kesehatan saat menyantap daging kurban, beberapa tips dapat diikuti. Pertama, batasi porsi daging. Kedua, pilih olahan yang lebih ringan seperti sate atau sup bening. Ketiga, perhatikan kandungan sodium, terutama bagi yang memiliki hipertensi. Keempat, kombinasikan dengan sayuran dan bahan lain yang kaya serat.
Dengan mengikuti saran sederhana ini, nikmatnya daging kurban dapat dinikmati tanpa menimbulkan risiko kesehatan. Momen Idul Adha tetap menjadi waktu berkat, sekaligus kesempatan untuk memperhatikan pola makan yang sehat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
