Dr. Charles: Imobilisasi Langkah Pertama Menangani Patah Kaki
Gambar atau konten salah?
Ketika seseorang mengalami patah kaki, kebanyakan orang tidak tahu apa yang harus dilakukan terlebih dahulu. Dr. Charles Apulta Meliala, dokter spesialis lutut dan kaki, menjelaskan langkah pertama yang paling penting.
Menurutnya, imobilisasi adalah kunci. “Saat awal menyadari terjadi patah tulang, yang paling awal harus dilakukan adalah melakukan proses imobilisasi dan stabilisasi bagian yang patah, guna mencegah cedera lebih banyak akibat patahan tersebut,” ujarnya. Dengan menahan gerakan, risiko patah menjadi lebih kecil.
Dr. Charles juga memaparkan bahwa patah tulang tidak hanya satu jenis. Ada dua kategori dasar: patah terbuka dan patah tertutup. Setelah itu, patahan dapat dibagi lagi berdasarkan konfigurasi.
Ia berkata, “Hal paling dasar sebenarnya ada 2, dimana ada patah terbuka dan patah tertutup. Kemudian baru menjelaskan terkait konfigurasi patahan, ada yang simpel (patah 2 bagian), pecah (lebih dari 2 bagian), impaksi (saling menumbuk), spiral (akibat anggota tubuh terputar berlebihan), greenstick (patah tidak komplit), oblique (patah miring),” ia jelaskan.
Untuk mempercepat penyembuhan, dokter menyarankan konsumsi vitamin yang mendukung kesehatan tulang. Berikut daftar vitamin yang direkomendasikan:
- Vitamin D3
- Zinc
- Magnesium
- Kalsium
Ia menegaskan, “Agar proses penyembuhan lebih cepat, dapat mengonsumsi vitamin pendukung untuk tulang, seperti kalsium, D3, zinc, magnesium,” jelasnya.
Selain nutrisi, latihan fisik juga penting. Menurutnya, otot di sekitar tulang yang patah harus dipertahankan kuat. “Kemudian jangan lupa untuk melakukan latihan fisik agar otot di sekitar tulang yang patah menjadi kuat, karena tulang juga mendapat makanan dari otot disekitarnya,” ia menambahkan.
Dr. Charles menegaskan bahwa banyak orang takut tidak akan sembuh sepenuhnya. Namun, ia menegaskan bahwa pasien bisa pulih seperti sebelumnya. “Pasien dapat sembuh seperti sebelumnya, namun bagi beberapa orang, akan ada sensasi berbeda setelah mengalami patah, terkadang kita menjadi takut untuk menjadi patah kembali,” tutupnya.
Dengan langkah imobilisasi, pemahaman jenis patah, asupan vitamin, dan latihan otot, proses penyembuhan dapat berjalan lebih lancar. Meskipun ada rasa takut, kebanyakan pasien akhirnya kembali normal setelah perawatan yang tepat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Kepala Bapanas: Stok Beras 5,3 Juta Ton, Tidak Ada Kelangkaan
Palembang Siapkan Zona UMKM Kuliner, BRI Bantu Tenda Seragam
Bangunan Gudang Trotoar Bandung Jadi Parkir Mobil Diperbongkar
Polres Gianyar Patroli 12 Jalan, Hindari Balap Liar
Lingga Prasasti Abad ke-9 di Klaten: Palyangan Menjadi Fokus
Polres Gianyar Gelar Lomba Suara Burung Piala Kapolres 2026
Bacaan Yasin Tiga Kali 1 Muharram: Praktik dan Manfaat
Sangkala, Maros, Wafat di Makkah; Menteri Hadiri Duka
