Dr. Juwalita Bantu Waspada Lapar: Makan Saat Level 3‑4
Gambar atau konten salah?
Dr Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK, seorang praktisi kesehatan, menegaskan bahwa mengabaikan sinyal perut kosong sampai terasa sangat lapar dapat menimbulkan risiko. Ia mengajak pendengar untuk segera mengisi perut ketika suara keroncongan mulai terdengar.
Dalam diskusi yang diadakan di Jakarta, dr Juwalita memperkenalkan konsep *mindful eating*—makan dengan kesadaran waktu dan kebutuhan tubuh. Ia menjelaskan siklus lapar‑kenyang yang dapat dibagi menjadi 10 level. Level 1 menandakan lapar ekstrem, sedangkan level 10 berarti kenyang berlebih sehingga perut terasa begah atau bahkan mual.
“Sebetulnya yang direkomendasikan adalah, kita makan ketika kita ada di level tiga dan empat. Jadi kalau empat itu kelaperan, perutnya udah mulai bunyi,” ujarnya. Level 3 dan 4 dianggap titik ideal, di mana tubuh sudah merasakan keinginan makan tetapi belum sampai ke titik kenyang berlebih.
Selain bunyi perut, dr Juwalita menandai beberapa gejala fisik lain yang muncul saat lapar, seperti pusing, kesulitan fokus, dan mudah terdistraksi. Ketika sinyal lapar mulai muncul, ia menyarankan untuk segera makan, sekaligus berhenti ketika sudah cukup kenyang, agar tidak menunggu sampai perut terasa begah.
Ia juga memperingatkan bahaya makan di level dua. “Bahayanya kalau kita makan di level dua satu apa? Selain pingsan duluan, sebelum pingsan kita jadi kalap,” jelasnya. Level dua menandakan lapar ringan yang masih dapat menimbulkan pingsan jika tidak segera diatasi.
Dr Juwalita menekankan pentingnya membedakan lapar sejati dengan *craving*. Ia mencontohkan, “Kalau lapar beneran, sebenarnya ketika ditawarin makanan apapun dia akan mau. Tapi kalau craving, enggak. Spesifik. Aku maunya martabak manis, ya martabak manis. Ditawarin yang lain, nggak mau,” terangnya.
Dengan menanggapi sinyal tubuh secara tepat, seseorang dapat menjaga keseimbangan energi dan mencegah ketidaknyamanan akibat lapar berlebih atau makan berlebihan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
Goo Hye Sun Turun 13 kg: Diet Rendah Sodium Jadi Kunci
Precommitment: Cara Mudah Hindari Makanan Tidak Sehat Saat Stres
Berita Terbaru
Seleksi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Buka 3-15 Juni: Lulusan PPG
Slamet Santoso: Pemuda Banyuwangi Gabung Sokol Pyrzyce
Liburan Baru Fokus Istirahat: Tren Sleep Tourism Meningkat
Pemerintah Perkenalkan Kebijakan Energi Terbarukan 2025
Amalia & Fadia Raih Kemenangan Ganda Putri, Melaju ke P4
Jembatan Selemadeg: Lubang Besar, Perbaikan Masih Menunggu
Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk, Populasi Menurun 123 Juta
Ariston Luncurkan Pemanas Air Andris 3, Kamar Mandi Smart
