Dua Gajah Laki‑Laki Melintas Pasar Jukung, Warga Tenang

Dani L. · 2 min baca · 11 hari lalu · 56 dibaca
Bisik.id
Dua Gajah Laki‑Laki Melintas Pasar Jukung, Warga Tenang

Gambar atau konten salah?

Di pasar tradisional Jukung, Kecamatan Sungai Baung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, dua ekor gajah liar berjenis kelamin laki‑laki muncul secara tiba‑tiba pada malam hari. Video rekaman tersebut menyebar luas di media sosial, menampilkan dua gajah berlari kecil menembus lorong pasar yang sepi.

Peristiwa ini terjadi pada 19 Mei 2024. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan segera mengeluarkan pernyataan. Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Sumsel, Kemarun Zaman, menjelaskan bahwa gajah-gajah tersebut hanya melintas untuk mencari makan dan sudah kembali ke habitatnya.

“Benar itu dua ekor gajah liar melintas di pasar dan dia sudah kembali ke habitatnya. Dua ekor gajah itu hanya melintas saja dan tidak mengganggu,” kata Zaman saat dikonfirmasi pada 21 Mei 2024.

Zaman menambahkan bahwa gajah-gajah yang muncul di video tersebut berasal dari habitat di air Sugihan atau di ruang lingkup Padang Sugihan. Menurutnya, wilayah tersebut memang menjadi tempat tinggal alami bagi beberapa gajah liar. “Habitat gajah-gajah tersebut ada di lokasi itu,” jelasnya.

Di Pasar Jukung, BKSDA telah menyiapkan posko bernama Pagar Rapat. Posko ini terdiri dari empat orang petugas BKSDA dan satu warga setempat. Mereka memantau setiap kali gajah masuk ke pasar, khususnya bila ada potensi konflik. “Kita ada posko namanya Pagar Rapat. Posko tersebut terdiri dari empat orang BKSDA dan satu warga. Para anggota di posko inilah yang memantau masuknya gajah apalagi jika ada konflik. Untungnya pada saat itu dua ekor gajah hanya melintas dan tidak mengganggu sehingga kami tidak menurunkan tim,” ujarnya.

Menurut Zaman, Pasar Jukung menjadi jalur perlintasan gajah. Ia menyebutkan bahwa gajah ini mungkin pernah melintas di kawasan itu 5‑7 tahun lalu, sehingga pasar menjadi salah satu rute yang biasa dilalui. “Bisa jadi juga kedua gajah tersebut mencari jalan baru untuk kembali ke habitatnya, karena jalan yang biasa ia lalui rusak,” tambahnya.

Para petugas BKSDA menegaskan bahwa warga tidak perlu khawatir. Jika gajah melintas lagi atau terjadi konflik, tim akan segera bertindak. “Warga tidak perlu khawatir gajah‑gajah tersebut sudah pulang ke habitatnya. Jika melintas lagi atau ada konflik tim kita ada di Posko Pagar Rapat yang sudah ditandangi SK‑nya olah Camat,” kata Zaman.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama satu tahun ia bertugas di Sumatera Selatan, ini adalah kali pertama ia menerima informasi tentang gajah yang melintas di pasar. Kejadian ini menyoroti hubungan antara satwa liar dan aktivitas manusia di wilayah pedesaan, serta pentingnya koordinasi antara lembaga konservasi dan masyarakat.

gajah liarpasar JukungBKSDAposko Pagar Rapathabitat gajahmedia sosialkonflik satwa

Komentar

Memuat komentar...