Dusun Krajan Naikkan Jumlah Hewan Kurban Setiap Tahun
Gambar atau konten salah?
Dusun Krajan, yang terletak di Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, dikenal karena tradisi kurban Idul Adha yang selalu melimpah. Setiap tahun, warga desa menyiapkan hewan kurban yang jumlahnya terus bertambah, menandai kebiasaan yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat.
Tradisi ini tidak baru. Ada dokumentasi kegiatan berkurban di desa tersebut yang sudah ada sejak tahun 1959. Bukti visual ini menunjukkan bahwa praktik berkurban telah berlangsung lama, bahkan sebelum dibentuknya panitia kurban modern.
“Sejak saya masih kecil memang seperti itu, sudah banyak sohibul kurban. Jadi kalau pengin lihat dokumentasi terkait dengan korban di tempatnya Pak Ketua (panitia), Pak Ahmad Hidayat. Di sana lengkap (dokumentasi) kegiatan kurban. Dari awal yang kita temukan difoto itu di sekitar tahun sekitar '59,” kata Sekretaris Pantia Kurban Krajan, Fauzi Santoso saat dihubungi detikJateng, Senin (25/5/2026).
Menurut Fauzi, tradisi ini memang sudah turun-temurun. “Awal itu memang mungkin dari mbah, ya, sudah turun-temurun. Kita tinggal melanjutkan untuk dakwahnya,” ujarnya.
Dia menambahkan, “Kita paling dakwah kalau misalkan ada orang-orang yang mampu dakwahnya cuma bilang, ‘njenengan bisa cicil motor, bisa beli mobil, masa kurban nggak?’”
Panitia kurban di Dusun Krajan resmi dibentuk pada tahun 2011. Sejak saat itu, data tentang jumlah hewan dan orang yang berkurban telah dikumpulkan secara sistematis. “Sebetulnya kami kan di kepanitiaan mulai tahun 2011. Mulai tahun 2011 untuk data lengkap, untuk pembukaan dari dari jumlah shohibul kurban, jumlah lembu, dan lain sebagainya ada sampai tahun kemarin 2025,” sebutnya.
Berikut ini data jumlah hewan kurban di Dusun Krajan sejak 2011 hingga 2025, lengkap dengan jumlah sohibul kurban dan jumlah bungkus daging 2,5 kg:
2011 / 1332 Hijriah
Sapi: 51
Kambing: 198
Sohibul kurban: 555
Daging 2,5 kg per bungkus: 7.000 bungkus
2012 / 1333 Hijriah
Sapi: 63 ekor
Kambing: 173 ekor
Sohibul kurban: 614 orang
Daging 2,5 kg per bungkus: 7.200 bungkus
2013 / 1334 Hijriah
Sapi: 74 ekor
Kambing: 153 ekor
Sohibul kurban: 668 orang
Daging 2,5 kg per bungkus: 7.500 bungkus
2014 / 1335 Hijriah
Sapi: 76 ekor
Kambing: 130 ekor
Sohibul kurban: 662 orang
Daging 2,5 kg per bungkus: 7.500 bungkus
2015 / 1336 Hijriah
Sapi: 70 ekor
Kambing: 153 ekor
Sohibul kurban: 643 orang
Daging 2,5 kg per bungkus: 7.500 bungkus
2016 / 1337 Hijriah
Sapi: 63 ekor
Kambing: 209 ekor
Sohibul kurban: 650 orang
Daging 2,5 kg per bungkus: 7.800 bungkus
2017 / 1338 Hijriah
Sapi: 62 ekor
Kambing: 247 ekor
Sohibul kurban: 681 orang
Daging 2,5 kg per bungkus: 8.000 bungkus
2018 / 1339 Hijriah
Sapi: 68 ekor
Kambing: 196 ekor
Sohibul kurban: 672 orang
Daging 2,5 kg per bungkus: 8.300 bungkus
2019 / 1440 Hijriah
Sapi: 69 ekor
Kambing: 201 ekor
Sohibul kurban: 684 orang
Daging 2,5 kg per bungkus: 8.500 bungkus
2020 / 1441 Hijriah
Sapi: 70 ekor
Kambing: 224 ekor
Sohibul kurban: 714 orang
Daging 2,5 kg per bungkus: 8.500 bungkus
2021 / 1442 Hijriah
Sapi: 71 ekor
Kambing: 227 ekor
Sohibul kurban: 724 orang
Daging 2,5 kg per bungkus: 8.500 bungkus
2022 / 1443 Hijriah
Sapi: 74 ekor
Kambing: 229 ekor
Sohibul kurban: 735 orang
Daging 2,5 kg per bungkus: 9.000 bungkus
2023 / 1444 Hijriah
Sapi: 73 ekor
Kambing: 254 ekor
Sohibul kurban: 753 orang
Daging 2,5 kg per bungkus: 9.000 bungkus
2024 / 1445 Hijriah
Sapi: 74 ekor
Kambing: 292 ekor
Sohibul kurban: 798 orang
Daging 2,5 kg per bungkus: 9.200 bungkus
2025 / 1446 Hijriah
Sapi: 64 ekor
Kambing: 280 ekor
Sohibul kurban: 728 orang
Daging 2,5 kg per bungkus: 8.700 bungkus (dil/ahr)
Data tersebut menunjukkan tren peningkatan jumlah hewan kurban dan partisipan setiap tahun. Dari 2011 hingga 2025, jumlah sapi berkisar antara 51 hingga 76 ekor, sementara kambing meningkat dari 198 ekor menjadi 292 ekor. Jumlah sohibul kurban juga naik, mulai 555 orang menjadi 798 orang pada tahun 2024. Jumlah bungkus daging 2,5 kg mengikuti pola serupa, dengan kenaikan signifikan pada tahun 2024.
Perubahan ini mencerminkan pertumbuhan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap ibadah kurban. Panitia di Dusun Krajan terus memfasilitasi proses kurban, memastikan distribusi daging yang adil dan mempromosikan nilai sosial yang melekat pada tradisi tersebut.
Secara keseluruhan, Dusun Krajan tetap menjadi contoh desa yang menjaga warisan budaya melalui kegiatan kurban yang terstruktur dan berkembang. Tradisi ini tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga dan menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial di kalangan penduduk setempat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Puasa 1 Muharam 1448 H: Boleh, Niat & Jadwal 16 Juni
1 Muharam 1448 H Jadi Hari Libur Nasional, Banner dan Ucapan
Sumur Puter Sunan Kudus: Cerita Tersesat di Gang Sempit
Sumur Puter di Kudus, Mitra Barang Hilang? Belum Ada Bukti
Sumur Puter di Kudus: Warisan Air Sunan yang Terlupakan
BEM Solo Raya Demonstrasi di DPRD Solo, Aksi Berakhir Damai
Berita Terbaru
Alfin Setyo Tunggal Pemaafkan Pelaku Pencuri Uang Toko
Indonesia vs Kamboja di Piala AFF U-19 2026, Sabtu 13 Juni
Cucurella Tegaskan Tidak Pindah Chelsea, Bahagia di London
Elon Musk Jadi Miliarder Pertama Dunia Setelah IPO SpaceX
OKU Kirim Paket Sembako ke Korban Kebakaran Pasar Baru
Indonesia Raih Final Ganda Putri Australian Open 2026
Jember Pimpin 6,35% Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I
