Embun Beku di Bromo Menarik Wisatawan Musim Kemarau

Dani L. · 3 min baca · 1 jam lalu · 24 dibaca
Bisik.id
Embun Beku di Bromo Menarik Wisatawan Musim Kemarau

Gambar atau konten salah?

Probolinggo, 08 Juni 2026 – Kawasan Gunung Bromo kembali memukau pengunjung dengan keindahan alam khas musim kemarau. Pada pagi hari Senin, fenomena embun upas atau embun beku muncul pertama kali di tahun ini, menutupi area di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Lapisan kristal es menutupi rerumputan, dedaunan, dan hamparan pasir di sekitar kaldera Bromo. Suhu udara turun di bawah 5 derajat Celsius di dini hari, sehingga embun yang terbentuk sepanjang malam membeku. Hasilnya, lapisan putih menyerupai salju menempel di permukaan tanah.

Keajaiban ini langsung menarik perhatian wisatawan yang sudah berada di lokasi sebelum fajar. Banyak pengunjung memanfaatkan momen langka ini untuk berfoto sekaligus merasakan udara dingin yang jarang ditemui di Indonesia, negara beriklim tropis.

Komunitas wisata Bams Tour Bromo membagikan dokumentasi yang menunjukkan kristal-kristal es tersebar di beberapa titik kaldera. Sejumlah wisatawan terlihat berjalan di atas rerumputan dan lautan pasir yang masih tertutup lapisan embun beku tipis.

Menurut pemandu wisata Bams Tour Bromo, Bambang, kemunculan embun upas menjadi salah satu tanda dimulainya musim kemarau di Pegunungan Tengger. Ia menjelaskan bahwa fenomena pagi hari tersebut muncul cukup luas, tidak hanya pada vegetasi, tetapi juga di sejumlah area lautan pasir.

Embun upas ini, sebagai kemunculan perdana embun upas sepanjang tahun 2026 yang langsung menjadi magnet bagi para wisatawan, embun upas umumnya muncul pada rentang Juni hingga Agustus, saat suhu udara mencapai titik terendah. Ketika temperatur turun di bawah lima derajat celsius, embun yang terbentuk pada malam hari dapat membeku dan membentuk kristal es,” ujar Bambang, Senin (08 Juni 2026).

Ia juga menambahkan bahwa wisatawan biasanya datang lebih awal untuk menyaksikan fenomena tersebut karena embun beku akan segera mencair setelah sinar matahari mulai menghangatkan permukaan tanah. “Selain panorama matahari terbit yang menjadi ikon wisata Bromo, embun upas juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Banyak wisatawan penasaran karena ingin melihat fenomena yang sekilas menyerupai salju, meski sebenarnya merupakan embun yang membeku akibat suhu rendah,” tambah Bambang.

Antusiasme wisatawan terlihat jelas sejak pagi hari. Salah seorang pengunjung asal Bogor, Mia, mengaku sengaja datang ke Bromo pada musim kemarau untuk merasakan suasana khas pegunungan dan berharap dapat menyaksikan embun upas secara langsung. “Sangat terkesan karena untuk pertama kalinya dapat melihat hamparan embun beku yang cukup luas. Bersama rombongannya, Mia tiba sebelum subuh dan menikmati pemandangan kristal es yang masih menempel di lautan pasir,” kata Mia.

Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan sensasi seolah berada di negara dengan musim dingin. Meski udara terasa sangat menusuk, keindahan panorama alam yang tersaji membuat perjalanan tersebut menjadi pengalaman yang tak terlupakan. “Menyaksikan embun upas secara langsung jauh lebih mengesankan dibandingkan melihat foto atau video di media sosial. Ia pun merekomendasikan pengalaman tersebut bagi para pecinta wisata alam dan fotografi,” jelas Mia.

Fenomena embun upas sendiri merupakan kejadian tahunan yang lazim terjadi di kawasan Bromo dan Semeru saat puncak musim kemarau. Namun, intensitas dan waktu kemunculannya sangat bergantung pada kondisi cuaca serta suhu udara pada malam hingga dini hari.

Bagi wisatawan yang ingin berburu fenomena ini, disarankan datang sebelum matahari terbit dan mempersiapkan perlengkapan penghangat tubuh seperti:

  • jaket tebal
  • sarung tangan
  • penutup kepala

Dengan kondisi cuaca yang mendukung, pengunjung berkesempatan menikmati pemandangan hamparan kristal es putih yang membuat lanskap Bromo tampak bak berselimut salju di tengah iklim tropis Indonesia.

Pengalaman menatap embun upas di Bromo memberi pengunjung rasa keajaiban alam yang jarang terjadi di wilayah tropis. Keterbatasan waktu dan suhu rendah menambah ketegangan, namun keindahan kristal es yang menutupi pasir dan dedaunan menciptakan pemandangan yang tak terlupakan. Kunjungan ke Bromo pada musim kemarau menawarkan kesempatan langka bagi para wisatawan dan fotografer untuk menyaksikan fenomena alam yang menakjubkan dan menambah koleksi momen unik di dalam hidup mereka.

Embun upasBromoKristal esMusim kemarauTaman Nasional Bromo Tengger SemeruFotografiKeindahan alam

Komentar

Memuat komentar...