Empat Alumni UNY Terlibat Pemalsuan Riset Internasional

Putri N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 76 dibaca
Bisik.id
Empat Alumni UNY Terlibat Pemalsuan Riset Internasional

Gambar atau konten salah?

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa pencatutan nama perguruan tinggi tertentu tanpa izin dalam kasus pemalsuan riset adalah tindakan penipuan. Ia menyatakan bahwa pihaknya sedang menyiapkan proses hukum terhadap empat terduga pelaku pemalsuan karya ilmiah yang dipresentasikan di konferensi internasional.

Keempat terduga tersebut bernama Rifaldy Fajar, Prihantini, Rini Winarti, dan Riana Dwi Kurniawati. Brian menyoroti bahwa sebagian besar pelaku tidak memiliki afiliasi sebagai dosen atau peneliti di kampus di Indonesia. Karena itu, secara administratif pelanggaran ini berada di luar kewenangan Kemdiktisaintek, meskipun proses hukum disiapkan untuk menimbulkan efek jera.

Ia menambahkan bahwa kejadian ini dapat menimbulkan citra negatif bagi peneliti Indonesia. “Meskipun status pelaku di luar (kementerian) perguruan tinggi, tetapi secara etika dan juga secara tampilan dunia internasional ini akan sangat bisa membuat citra yang negatif untuk peneliti-peneliti di Indonesia,” kata Mendiktisaintek dalam rapat kerja bersama Komisi DPR RI, dilihat dari siaran ulang YouTube TVR Parlemen pada 03 Juni 2026.

UNY, tempat kelulusan keempat terduga, membenarkan bahwa mereka memang alumninya, lulus antara tahun 2019-2021. Meskipun demikian, universitas menegaskan bahwa tindakan para pelaku tidak terkait dengan kampus. Wakil Rektor UNY bidang Akademik, Prof Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, MPd, PhD, menjelaskan bahwa “Tindakan 4 alumni tersebut bersifat individu dan tidak ada kaitannya dengan UNY karena mereka bukan dosen, tendik ataupun mahasiswa aktif UNY,”.

UNY juga menegaskan bahwa tidak ada afiliasi penelitian atau keterangan mengenai institusi tempat penulis bernaung saat melakukan riset. Para pelaku menuliskan nama Department of Liver Transplant Surgery, Computational Biology and Medicine Laboratory, Yogyakarta State University. Departemen tersebut tidak ada di UNY, baik di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam maupun di Fakultas Kedokteran.

Dengan demikian, meskipun keempat pelaku merupakan alumni UNY, tindakan pemalsuan riset tersebut bersifat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan atau praktik universitas. Kejadian ini menyoroti pentingnya verifikasi dan integritas ilmiah, serta dampak reputasi yang dapat memengaruhi persepsi internasional terhadap peneliti Indonesia.

pemalsuan risetMenteri Pendidikan TinggiUNYKemdiktisaintekkonferensi internasionalintegritas ilmiahcitra negatif

Komentar

Memuat komentar...