Empat Korban Kematian Akibat Keracunan Semangka di Mumbai
Gambar atau konten salah?
Di kota Mumbai, India, empat anggota keluarga berusia 12, 16, 44, dan 44 tahun meninggal pada 25 April 2026 setelah mengonsumsi semangka. Kematian ini menimbulkan keprihatinan luas karena keempat korban tewas dalam waktu kurang dari 24 jam.
Acara dimulai pada pukul 22.30 ketika keluarga tersebut menikmati nasi biryani bersama kerabat. Kerabat lain tidak mengalami gejala apapun. Setelah makan, keluarga itu memutuskan untuk memakan semangka sekitar pukul 01.00. Beberapa jam kemudian, pada pukul 05.30, mereka mulai muntah, diare, dan kondisi tubuh memburuk dengan cepat. Semua anggota keluarga dibawa ke rumah sakit dalam keadaan kritis.
Pasca penanganan, anak perempuan termuda berusia 12 tahun dinyatakan meninggal di rumah sakit sekitar pukul 10.30. Kakak berusia 16 tahun dan ibu berusia 44 tahun kemudian meninggal di siang hari, sementara ayah berusia 44 tahun meninggal pada malam hari. Keempat korban berada dalam kondisi setengah sadar saat dirawat.
Dokter di Rumah Sakit Sir JJ menyatakan bahwa semangka, bahkan bila tidak segar, jarang menyebabkan penurunan kondisi kesehatan yang begitu cepat dan fatal. “Keracunan makanan biasanya tidak menyebabkan penurunan kondisi yang sangat cepat dan parah seperti ini,” ujar salah satu dokter senior. Dokter tersebut menambahkan bahwa pola keracunan makanan biasanya tidak seakut ini, dan menyoroti kemungkinan adanya zat beracun atau bahan kimia lain yang belum teridentifikasi.
Otoritas setempat masih menyelidiki kasus ini. Autopsi telah dilakukan, namun hasil akhir masih menunggu laporan forensik lanjutan. Sampel semangka yang dikonsumsi sudah diambil untuk diuji di laboratorium. Penyelidikan ini masih berlanjut, dan belum ada konfirmasi penyebab pasti.
Meskipun kasus ini menimbulkan ketakutan, para ahli menegaskan bahwa semangka secara umum aman untuk dikonsumsi. Mereka mengingatkan pentingnya kebersihan dan keamanan makanan, serta memeriksa kondisi buah sebelum dimakan. Hal ini dapat membantu mencegah risiko kesehatan yang tidak diinginkan.
Kasus ini menunjukkan bahwa, meski makanan sehari-hari biasanya aman, kejadian tak terduga masih dapat terjadi. Penyelidikan terus berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti dan memastikan langkah pencegahan di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kopi Selai Kacang: Minuman Sehat, Creamy, Mudah Dibuat
Warung Nasi Goreng Salatiga Viral karena Timun Utuh
Jagakarsa: 7 Tempat Kuliner Tradisional yang Harus Dicoba
Gading Serpong: Pusat Kafe Favorit Warga BSD dan Tangerang
Jennifer Coppen nikah Justin Hubner di Bali, tradisi Jawa
Rahasia Tempura Jepang: Adonan Ringan dan Minyak Tepat
Berita Terbaru
Bersihkan Karpet di Rumah dengan Cuka dan Baking Soda Efektif
1 Muharram 1448 H: Hari Libur Nasional 16 Juni 2026
Jalur Non Tes Rapor 2026 Unesa Buka Kembali, 1.800 Kuota
BI Rate 5,5%: Dampak Suku Bunga Kredit Kendaraan di Indonesia
Swiss Juara Grup B Piala Dunia 2026, Fair Play Menentukan
Kunjungan DPR ke Tol Ciawi‑Sukabumi, Seksi 3 81% Pembangunan
Cuaca 14 Juni: Sebagian Jawa Tengah Hujan Ringan, Cerah
Probiotik: Manfaat, Gula, Risiko Minuman Fermentasi
Usia Messi 38 Tahun Tidak Menghalangi Argentina 2026
