Friderica: IHSG Koreksi, Investasi Indonesia Jangka Panjang

Fajar H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
Friderica: IHSG Koreksi, Investasi Indonesia Jangka Panjang

Gambar atau konten salah?

Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK, mengakui bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang mengalami koreksi. Ia menekankan bahwa koreksi ini dipengaruhi oleh tantangan global yang memengaruhi sentimen pasar.

Namun, Friderica tetap percaya bahwa investasi di Indonesia memiliki prospek jangka panjang yang baik. Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia masih kuat, dan OJK terus melakukan reformasi untuk menjaga pasar modal.

“Di pasar modal Indonesia, sebagaimana kita pahami dengan dinamika yang ada saat ini, berbarengan dengan reformasi integritas yang kita lakukan di sektor pasar modal Indonesia, kemudian ditambah dengan dinamika global dan sebagainya, memang kita melihat indeks harga saham gabungan (IHSG) kita saat ini pada posisi yang terkoreksi,” ujar Friderica dalam acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) Tahun 2026, Jakarta, Senin (25 Mei 2026).

Ia menambahkan, “Namun demikian, kita menyampaikan bahwa investasi di pasar modal, investasi di Indonesia adalah investasi jangka panjang. Karena itu kita harus terus melihat bagaimana fundamental ekonomi kita ke depan.”

Friderica, yang biasa disapa Kiki, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini akan terus dipercepat. Pemerintah memiliki beberapa program strategis, dan OJK berkomitmen meningkatkan daya tahan sektor jasa keuangan.

“Kemudian penguatan ekosistem dan pembiayaan UMKM. Ini salah satu fokus utama OJK, baru saja kita membentuk satu departemen baru khusus untuk pengembangan UMKM,” ujar Kiki.

Ia juga menyoroti pentingnya pendalaman pasar keuangan sebagai sumber pembiayaan pembangunan. Salah satu opsi yang didorong ialah pengembangan obligasi daerah sebagai sumber pembiayaan pembangunan di wilayah.

“Kemudian mendorong ekonomi hijau, pengembangan keuangan digital yang aman dan berintegritas. Rasanya di saat ini tidak akan mungkin kita melakukan pengembangan yang optimal tanpa didukung oleh keuangan digital di sektor keuangan,” kata Kiki.

Kesimpulannya, meski IHSG sedang menyesuaikan diri dengan dinamika global, OJK tetap yakin bahwa fondasi ekonomi Indonesia dan reformasi pasar modal akan mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)pasar modal IndonesiaOJKUMKMkeuangan digitalekonomi hijauobligasi daerah

Komentar

Memuat komentar...