Gejala Awal Penyakit Ginjal: Kenali, Cek, Lindungi

Sigit W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 68 dibaca
Bisik.id
Gejala Awal Penyakit Ginjal: Kenali, Cek, Lindungi

Gambar atau konten salah?

Ginjal memegang peran penting dalam menjaga kebersihan darah. Organ ini menghilangkan limbah dan kelebihan cairan, lalu mengeluarkannya sebagai urine. Selain itu, ginjal turut memproduksi sel darah merah dan menjaga kekuatan tulang.

Fungsi ginjal biasanya menurun secara bertahap, melewati stegama 1 hingga 5. Pada tahap awal, penurunan fungsi seringkali tidak menimbulkan gejala yang jelas, sehingga banyak orang tidak menyadari kondisinya sampai sudah lanjut. Dr. Rudy Kurniawan, SpPD menjelaskan, “Di tahap awal banyak pasien tidak merasakan gejala apapun, sehingga sering terdiagnosis saat sudah lanjut.”

Menurut data dari National Kidney Disease, orang yang mengalami penurunan fungsi ginjal seringkali mengaitkan gejala yang muncul dengan penyakit lain. 10 persen pengidap penyakit ginjal kronis mengetahui bahwa mereka mengidapnya. Dr. Joseph Vassalotti menambahkan, “Pengidap penyakit ginjal cenderung tidak mengalami gejala hingga stadium akhir, ketika ginjal mengalami kegagalan atau ketika terdapat banyak protein dalam urine. Inilah salah satu alasan mengapa hanya 10 persen pengidap penyakit ginjal kronis yang mengetahui mereka mengidapnya.”

Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah pembengkakan. Karena ginjal tidak mampu membuang cairan dan garam berlebih, tubuh dapat menampung cairan di area kaki, pergelangan kaki, atau wajah. Pembengkakan ini sering menjadi pertanda pertama bahwa fungsi ginjal mulai menurun.

Selain pembengkakan, ada beberapa gejala lain yang perlu diwaspadai. Ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, tubuh bisa merasakan kelelahan, penurunan nafsu makan, mual, muntah, kulit gatal, frekuensi buang air kecil di malam hari, tekanan darah tinggi yang sulit dikontrol, serta anemia yang muncul sebagai rasa lemas dan pucat.

Untuk mencegah atau memperlambat kerusakan ginjal, beberapa langkah sederhana dapat diikuti:

  • Kelola tekanan darah – Tekanan darah tinggi merupakan faktor utama yang merusak filter ginjal dan pembuluh darah kecil.
  • Kendalikan kadar gula darah – Peningkatan gula darah, bahkan pada tingkat pradiabetes, dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal.
  • Kurangi berat badan berlebih – Kelebihan berat badan menambah beban aliran darah dan tekanan pada filter ginjal, meningkatkan risiko kerusakan jangka panjang.

Untuk memantau kesehatan ginjal, beberapa tes sederhana dapat dilakukan. Berikut tiga tes utama yang sering direkomendasikan:

  • Tes Tekanan Darah – Tekanan darah di bawah 140/90 biasanya dianggap aman bagi kebanyakan orang, namun target dapat disesuaikan berdasarkan kondisi individu.
  • Tes Urine (UACR) – Tes ini mengukur albumin dan kreatinin dalam urine. Kehadiran albumin dalam jumlah kecil (albuminuria) dapat menjadi tanda awal penyakit ginjal, sedangkan proteinuria menandakan kerusakan lebih lanjut.
  • Tes Darah (eGFR) – eGFR (estimated Glomerular Filtration Rate) menghitung seberapa baik ginjal menyaring darah dengan mengukur kreatinin darah dan melakukan perhitungan laju filtrasi glomerulus.

Dengan memahami gejala yang mungkin muncul, melakukan tes rutin, dan menerapkan langkah pencegahan sederhana, seseorang dapat menjaga kesehatan ginjal. Penanganan dini pada tahap awal dapat mencegah komplikasi lebih lanjut dan memperbaiki kualitas hidup.

ginjalfungsi ginjalgejalapembengkakantekanan darah tinggiuACReGFR

Komentar

Memuat komentar...