6 Tanda Gula Darah Tinggi di Pagi Hari yang Sering Diabaikan
Gambar atau konten salah?
Diabetes adalah kondisi kesehatan jangka panjang yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Beberapa tanda-tanda dari penyakit ini bisa muncul dan dirasakan di waktu pagi hari.
Salah satu penyebab utama kenapa gula darah naik di pagi hari adalah fenomena fajar atau yang dikenal dengan istilah dawn phenomenon. Ini terjadi karena tubuh secara alami memproduksi hormon-hormon tertentu di pagi hari yang akhirnya membuat kadar gula darah ikut meningkat. Fenomena fajar ini cukup umum terjadi pada orang-orang yang hidup dengan diabetes. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa lebih dari separuh pengidap diabetes tipe 1 dan tipe 2 mengalami kondisi ini.
Menurut dr. Randy Nusrianto, seorang spesialis penyakit dalam, pada tahap awal diabetes sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Akibatnya, banyak orang tidak sadar bahwa mereka mengidap kondisi ini dan tidak segera mencari pengobatan. Jika tidak ditangani dengan benar, kadar gula darah bisa naik drastis dan akhirnya memunculkan berbagai gejala.
"Jadi gejalanya tidak spesifik," jelas dr. Randy dalam sebuah seminar yang diadakan beberapa waktu lalu. Meski begitu, diagnosis diabetes tetap harus dipastikan melalui pemeriksaan medis yang tepat dan akurat.
Pada pengidap diabetes, beberapa gejala gula darah tinggi yang bisa muncul di pagi hari antara lain:
1. Rasa Lelah yang Terus-Menerus
Diabetes bisa membuat seseorang merasa sangat lelah. Ini terjadi karena kadar gula darah yang tinggi mengganggu kemampuan tubuh untuk menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Selain itu, dehidrasi akibat sering buang air kecil juga bisa menambah rasa lelah.
2. Rasa Haus yang Berlebihan
Rasa haus yang berlebihan, atau disebut juga polidipsia, adalah salah satu gejala umum diabetes. Banyak pengidap diabetes yang terbangun di pagi hari dengan rasa haus yang sangat kuat. Ini karena tubuh sedang berusaha mengatasi kadar gula darah yang tinggi. Ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring dan menyerap kelebihan glukosa. Proses ini membutuhkan banyak cairan, sehingga bisa menyebabkan dehidrasi dan meningkatkan rasa haus.
3. Sering Buang Air Kecil
Sering buang air kecil atau poliuria adalah gejala lain dari diabetes yang sering muncul di malam hingga pagi hari. Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal menyaring lebih banyak glukosa. Glukosa ini kemudian menarik lebih banyak cairan, sehingga produksi urine pun meningkat.
4. Pandangan Kabur
Kadar gula darah yang tinggi bisa menarik cairan dari jaringan tubuh, termasuk dari lensa mata. Hal ini memengaruhi kemampuan mata untuk fokus. Jika tidak ditangani, diabetes bisa menyebabkan terbentuknya pembuluh darah baru di retina atau bagian belakang mata, serta merusak pembuluh darah yang sudah ada.
5. Sakit Kepala
Sakit kepala yang terkait dengan kadar gula darah tinggi pada diabetes bisa berkisar dari tingkat sedang hingga berat, dan sering terjadi berulang kali. Sakit kepala ini bisa menjadi tanda bahwa kadar glukosa darah terlalu tinggi atau terlalu rendah.
6. Merasa Sangat Lapar
Diabetes melitus adalah kondisi di mana tubuh tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, atau bahkan tidak memproduksinya sama sekali. Glukosa adalah sumber energi utama yang didapat tubuh dari makanan. Tanpa insulin yang cukup, tubuh tidak bisa menggunakan glukosa secara optimal sebagai energi. Akibatnya, tubuh merasa kekurangan energi dan memicu peningkatan rasa lapar, yang disebut polifagia.
Lalu, bagaimana cara memeriksa kadar gula darah? Ada beberapa metode yang bisa digunakan:
1. Tusuk Ujung Jari (Finger Prick)
Metode ini dilakukan dengan menusukkan jarum ke ujung jari untuk mengambil setetes darah. Pemeriksaan ini menggunakan strip tes dan alat pengukur glukosa yang bisa menampilkan hasil dalam hitungan detik.
2. Continuous Glucose Monitoring (CGM)
CGM adalah metode pemantauan kadar gula darah tanpa perlu menusuk jari secara berulang. Pasien menggunakan sensor kecil yang ditempelkan pada tubuh dan bekerja siang maupun malam untuk mendeteksi kadar gula darah. Hasil pemantauan bisa dilihat melalui perangkat yang terhubung dengan sensor.
Selain itu, ada beberapa jenis tes gula darah berdasarkan waktu pengambilan sampel:
Tes Hemoglobin A1C (HbA1c)
HbA1c adalah tes darah yang menunjukkan rata-rata kadar gula darah selama dua hingga tiga bulan terakhir. Hasil pemeriksaan dikategorikan sebagai berikut: Normal (di bawah 5,7 persen), Prediabetes (5,7 hingga 6,4 persen), dan Diabetes (6,5 persen atau lebih).
Tes Gula Darah Puasa (GDP)
Tes ini merupakan metode yang cepat dan sederhana untuk mengetahui kadar gula darah. Pasien harus berpuasa selama 8 hingga 12 jam sebelum pemeriksaan. Selama periode tersebut, pasien tidak boleh makan atau minum apa pun kecuali air putih. Seseorang dinyatakan mengalami diabetes jika kadar glukosa darah puasa mencapai 126 mg/dL atau lebih pada dua kali pemeriksaan yang berbeda.
Tes Gula Darah Sewaktu (GDS)
Pemeriksaan ini dilakukan tanpa perlu berpuasa terlebih dahulu. Secara umum, kadar gula darah sewaktu dikatakan normal jika berada di bawah 200 mg/dL.
Tes Gula Darah Dua Jam Postprandial (GD2PP)
Tes ini dilakukan untuk melihat bagaimana tubuh merespons glukosa setelah makan. Dalam waktu dua jam setelah makan, kadar insulin dan glukosa darah seharusnya kembali mendekati normal. Jika kadarnya tetap tinggi, kondisi tersebut bisa mengindikasikan diabetes. Hasil normal untuk tes ini adalah kurang dari 140 mg/dL.
Secara keseluruhan, gejala diabetes di pagi hari bisa sangat bervariasi, mulai dari rasa lelah, haus, hingga sakit kepala. Penting untuk tidak mengabaikan tanda-tanda ini dan segera melakukan pemeriksaan medis untuk memastikan diagnosis. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kelelahan Tak Kunjung Reda? Waspada Diabetes
Tiga Kebiasaan Makan Ini Bikin Stres Makin Parah
Kuli Bangunan Mati Akibat Panas Ekstrem dan Kerusakan Ginjal
Pasca Mastektomi: Pemulihan Fisik, Emosional, dan PET‑CT
PET-CT di Mayapada: Kunci Terapi Kanker Askarina di Jakarta
Gejala Kecil, Risiko Besar: Waspadai Tanda Awal Kanker
Berita Terbaru
Jokowi Tak Halangi Hukum Roy Suryo dan dr Tifa, Siap Jadi Saksi
6 Tanda Gula Darah Tinggi di Pagi Hari yang Sering Diabaikan
Finlandia Kembali Jadi Negara Peminum Kopi Terbanyak di Dunia
Biaya BPIF IPB 2026: Rp0 hingga Rp100 Juta, Cek Jadwal Pengumuman
PLN Akui Dua Unit Pembangkit Besar Gangguan, Picu Pemadaman Bergilir
Buruh Bangunan di Hanoi Alami Gagal Ginjal Akut Usai 11 Jam di Bawah Terik
LDA Daftarkan Nama Paku Buwono XIV ke HAKI
Brasil vs Haiti: Duel Hidup Mati di Grup C
