Golden Week 2026: Wisatawan Naik, Pengeluaran Turun
Gambar atau konten salah?
Golden Week, libur panjang di Jepang pada tanggal 2 hingga 6 Mei 2026, diperkirakan akan menampakkan lonjakan wisatawan. Namun, data menunjukkan bahwa daya belinya menurun.
JTB Corporation melakukan survei pada 6 hingga 11 Maret 2026 melibatkan 10.000 responden. Hasilnya menunjukkan bahwa 23,4% responden berencana atau kemungkinan besar akan bepergian selama periode 25 April hingga 7 Mei. Persentase ini naik 2,5 poin dibandingkan tahun lalu.
Dari hasil tersebut, jumlah wisatawan domestik diproyeksikan mencapai 23,9 juta perjalanan, naik 1,7% secara tahunan. Angka tersebut hampir menyamai level sebelum pandemi yakni 24 juta perjalanan pada 2019.
Menurut kutipan dari Nippon, Rabu (22 April 2026), meski jumlah perjalanan meningkat, rata-rata pengeluaran per orang untuk wisata domestik, termasuk transportasi dan akomodasi diperkirakan turun 2,1% menjadi 46.000 yen (Rp 4,9 juta). Ini menjadi penurunan pertama sejak 2020.
Survei juga menunjukkan perubahan pola belanja wisata. Minat untuk memperpanjang durasi perjalanan atau bepergian ke destinasi yang lebih jauh menurun dibandingkan tahun lalu.
Untuk durasi perjalanan, tren perjalanan singkat semakin dominan. Perjalanan satu malam dua hari naik 6,4 poin menjadi 39,9%. Sebaliknya, perjalanan tiga malam empat hari turun 3,6 poin menjadi 16,2%.
Selain itu, wisata hemat kini lebih diminati dibandingkan perjalanan mewah, berbalik dari tren tahun sebelumnya.
Perwakilan JTB menyebut ketidakpastian ekonomi turut memengaruhi keputusan wisatawan. “Ketidakpastian prospek ekonomi, termasuk kenaikan harga minyak mentah akibat situasi di Iran, kemungkinan turut berdampak,” ujarnya.
Di sisi lain, jumlah wisatawan Jepang ke luar negeri diperkirakan meningkat 8,5% menjadi 572.000 orang. Rata-rata pengeluaran juga naik 2,2% menjadi 329.000 yen (Rp 35 juta).
Di tengah meningkatnya ketegangan global dan mahalnya tarif penerbangan, JTB mencatat adanya dorongan untuk tetap bepergian. “Semakin banyak orang berpikir mereka harus bepergian sekarang, selagi masih bisa,” kata perwakilan tersebut.
Destinasi favorit wisatawan Jepang adalah Korea Selatan, Taiwan, dan China. Kawasan Asia Timur menyumbang sekitar 60% dari total perjalanan luar negeri.
Perubahan pola perjalanan ini mencerminkan penyesuaian perilaku wisatawan di tengah situasi ekonomi global yang terus berubah. Data ini menyoroti bagaimana faktor ekonomi, harga minyak, dan ketegangan geopolitik memengaruhi keputusan perjalanan, sekaligus menandai pergeseran preferensi dari mewah ke hemat. Dengan tren ini, Jepang tetap menjadi tujuan utama bagi wisatawan lokal dan internasional, meski tantangan global terus memengaruhi pola perjalanan mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Trans Luxury Hotel Surabaya Buka, Soft Opening Rp999.000
Jatiluwih: Turis Asia Domestik Naik, Barat Turun Pasar Konflik
Pendaki Terjatuh di Gunung Semeru, Evakuasi Sempat Lama
Allo PayLater dan Allo Prime Diskon 20% di Trans Studio
Prabowo Aktifkan Bandara Husein, Bandara Kertajati Terancam
Bandara Husein Siap Kembali, Kertajati Tertinggal
Berita Terbaru
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
