Golden Week 2026: Wisatawan Naik, Pengeluaran Turun

Kartika D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 57 dibaca
Bisik.id
Golden Week 2026: Wisatawan Naik, Pengeluaran Turun

Gambar atau konten salah?

Golden Week, libur panjang di Jepang pada tanggal 2 hingga 6 Mei 2026, diperkirakan akan menampakkan lonjakan wisatawan. Namun, data menunjukkan bahwa daya belinya menurun.

JTB Corporation melakukan survei pada 6 hingga 11 Maret 2026 melibatkan 10.000 responden. Hasilnya menunjukkan bahwa 23,4% responden berencana atau kemungkinan besar akan bepergian selama periode 25 April hingga 7 Mei. Persentase ini naik 2,5 poin dibandingkan tahun lalu.

Dari hasil tersebut, jumlah wisatawan domestik diproyeksikan mencapai 23,9 juta perjalanan, naik 1,7% secara tahunan. Angka tersebut hampir menyamai level sebelum pandemi yakni 24 juta perjalanan pada 2019.

Menurut kutipan dari Nippon, Rabu (22 April 2026), meski jumlah perjalanan meningkat, rata-rata pengeluaran per orang untuk wisata domestik, termasuk transportasi dan akomodasi diperkirakan turun 2,1% menjadi 46.000 yen (Rp 4,9 juta). Ini menjadi penurunan pertama sejak 2020.

Survei juga menunjukkan perubahan pola belanja wisata. Minat untuk memperpanjang durasi perjalanan atau bepergian ke destinasi yang lebih jauh menurun dibandingkan tahun lalu.

Untuk durasi perjalanan, tren perjalanan singkat semakin dominan. Perjalanan satu malam dua hari naik 6,4 poin menjadi 39,9%. Sebaliknya, perjalanan tiga malam empat hari turun 3,6 poin menjadi 16,2%.

Selain itu, wisata hemat kini lebih diminati dibandingkan perjalanan mewah, berbalik dari tren tahun sebelumnya.

Perwakilan JTB menyebut ketidakpastian ekonomi turut memengaruhi keputusan wisatawan. “Ketidakpastian prospek ekonomi, termasuk kenaikan harga minyak mentah akibat situasi di Iran, kemungkinan turut berdampak,” ujarnya.

Di sisi lain, jumlah wisatawan Jepang ke luar negeri diperkirakan meningkat 8,5% menjadi 572.000 orang. Rata-rata pengeluaran juga naik 2,2% menjadi 329.000 yen (Rp 35 juta).

Di tengah meningkatnya ketegangan global dan mahalnya tarif penerbangan, JTB mencatat adanya dorongan untuk tetap bepergian. “Semakin banyak orang berpikir mereka harus bepergian sekarang, selagi masih bisa,” kata perwakilan tersebut.

Destinasi favorit wisatawan Jepang adalah Korea Selatan, Taiwan, dan China. Kawasan Asia Timur menyumbang sekitar 60% dari total perjalanan luar negeri.

Perubahan pola perjalanan ini mencerminkan penyesuaian perilaku wisatawan di tengah situasi ekonomi global yang terus berubah. Data ini menyoroti bagaimana faktor ekonomi, harga minyak, dan ketegangan geopolitik memengaruhi keputusan perjalanan, sekaligus menandai pergeseran preferensi dari mewah ke hemat. Dengan tren ini, Jepang tetap menjadi tujuan utama bagi wisatawan lokal dan internasional, meski tantangan global terus memengaruhi pola perjalanan mereka.

Golden Weekwisatawan Jepangpengeluaran turunperjalanan singkatwisata hematketidakpastian ekonomiJepang ke luar negeri

Komentar

Memuat komentar...