Google Dilantik 2.000 Mahasiswa Duta Digital 2026 di Jakarta

Wati N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 57 dibaca
Bisik.id
Google Dilantik 2.000 Mahasiswa Duta Digital 2026 di Jakarta

Gambar atau konten salah?

2.000 Mahasiswa resmi dilantik menjadi Google Student Ambassador 2026 pada hari 23 April 2026. Penerimaan ini dihadiri di MGP Space, SCBD Park, Jakarta Selatan dan menandai tonggak penting bagi generasi muda Indonesia.

Program ini menargetkan mahasiswa yang ingin memperluas pemahaman tentang teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Dari lebih dari 81.000 pendaftar, hanya satu puluh dua ratus yang terpilih. Para duta akan mendapatkan pelatihan intensif, bimbingan, dan sertifikasi eksklusif di bidang AI, sehingga mereka dapat memimpin perubahan di kampus dan komunitas.

Country Marketing Manager Google Indonesia, Muriel Makarim, menjelaskan tujuan program. Ia menyatakan, “para mahasiswa terpilih diharapkan dapat memanfaatkan teknologi AI untuk mendorong produktivitas perkuliahan dan menciptakan solusi kreatif di kampus.” Ia menambahkan, “Para mahasiswa duta Google ini juga diharapkan menjadi role model bagi mahasiswa lain untuk memanfaatkan AI secara etis dan bermanfaat.”

Muriel mencontohkan salah satu duta, Syahdika Kurnia Azhari, yang menjadi Top #1 Trailblazer Google Student Ambassador 2025. Ia berasal dari Politeknik Negeri Medan (Polmed) dan bersama rekan-rekannya memanfaatkan Gemini Canvas untuk membuat aplikasi yang bermanfaat.

Salah satu produk yang dikembangkan adalah Sign-Ai Pro, sebuah platform penerjemah bahasa isyarat real‑time berbasis web. Dengan menggunakan webcam, aplikasi ini menerjemahkan bahasa isyarat secara otomatis, memudahkan komunikasi bagi penyandang disabilitas dengan orang yang belum menguasai bahasa isyarat.

Selain itu, Syahdika dan timnya meluncurkan SheSuccess, aplikasi pemberdayaan perempuan yang terintegrasi dengan Gemini AI. Aplikasi ini akan tersedia di Play Store dan menawarkan fitur pencatatan keuangan cerdas, kalkulator usaha untuk menghitung modal hingga harga jual, desain kemasan untuk rebranding, solusi usaha, serta ruang berbagi bagi para pengguna. Syahdika menjelaskan, “dari minat belajar coding, saya tergerak untuk membuat aplikasi bersama teman-teman untuk menjawab tantangan sosial di sekitar kami.” Ia menambahkan, “Minat untuk melihat kayak gimana sih jadi mahasiswa yang berdampak.”

Proyek ini bermula dari keinginan memudahkan perempuan ‘ibu‑ibu’ di Desa Sei Rotan, Deli Serang, Sumatera Utara. Dengan dukungan dosen pembimbing Abdullah dan rekan-rekan seperti Akbar Fiki Muhammad serta Syafril Pramana Pulungan, SheSuccess mendapat pendanaan pada ajang Inovillage 2025.

Muriel menekankan tanggung jawab para duta. Ia mengingatkan, “Google Student Ambassador memiliki tanggung jawab pada Google, kampus masing-masing, dan diri sendiri untuk dapat berdaya dan bermanfaat.” Ia menekankan, “Dengan mengingat tanggung jawab itu, kita harus berpikir kreatif, disiplin, nggak menunda‑nunda, dan yang paling krusial, jadi Google Student Ambassador itu harus berdampak nyata.”

Program ini menegaskan pentingnya literasi digital bagi mahasiswa. Melalui pelatihan, sertifikasi, dan contoh nyata seperti proyek Sign‑Ai Pro dan SheSuccess, para duta diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan kampus dan masyarakat luas. Dengan demikian, teknologi AI tidak hanya menjadi alat, melainkan juga sarana untuk menciptakan solusi sosial yang berkelanjutan.

Google Student Ambassadormahasiswakecerdasan buatanSign‑Ai ProSheSuccessliterasi digitalInovillage

Komentar

Memuat komentar...