Google Pilih 2.000 Mahasiswa Jadi Duta AI 2026 Di Indonesia

Yanto K. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
Google Pilih 2.000 Mahasiswa Jadi Duta AI 2026 Di Indonesia

Gambar atau konten salah?

2.000 mahasiswa terpilih dari lebih 81.000 pendaftar menjadi Google Student Ambassador (GSA) 2026. Para duta ini akan menerima pelatihan, bimbingan, dan sertifikasi eksklusif di bidang AI untuk mempersiapkan peran mereka sebagai pemimpin masa depan.

Program Google Student Ambassador dirancang sebagai inisiatif pemberdayaan generasi muda. Duta mahasiswa diajak aktif mendorong pemanfaatan teknologi digital dan AI secara inklusif dan bertanggung jawab di kampus mereka.

Di antara 2.000 duta baru, Syahdika Kurnia Azhari menjadi contoh inspiratif. Ia dikenal sebagai mahasiswa jurusan Teknik Elektro, Prodi D4 Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik (TRIL), Politeknik Negeri Medan (Polmed) angkatan 2023.

Minatnya pada ilmu kode membuatnya belajar secara otodidak. Saat menjadi GSA, ia aktif memanfaatkan Gemini Canvas untuk membuat aplikasi. Ia mengatakan, “Syahdika tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Prodi D4 Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik (TRIL), Politeknik Negeri Medan (Polmed) angkatan 2023.”

Mindset inovatifnya terlihat saat mengikuti Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) di kampus. Ia mengusung proyek Sign‑Ai Pro, sebuah platform penerjemah bahasa isyarat real‑time berbasis web yang menggunakan teknologi computer vision.

“Pada ajang Pilmapres Polmed, Syahdika salah satunya mengusung inovasi Sign‑Ai Pro. Platform penerjemah bahasa isyarat real‑time berbasis web dengan teknologi computer vision ini bantu penyandang disabilitas berkomunikasi dengan orang yang belum memahami bahasa isyarat. Aplikasi yang dibuatnya dengan bantuan Gemini Canvas ini tak perlu perangkat tambahan, cukup webcam.”

Selain itu, ia mengembangkan aplikasi pemberdayaan perempuan bernama SheSuccess bersama teman-temannya, Akbar Fiki Muhammad dan Syafril Pramana Pulungan, di bawah bimbingan dosen Polmed Abdullah.

“SheSuccess berawal dari niat memudahkan perempuan ‘ibu‑ibu’ di Desa Sei Rotan, Deli Serang, Sumatera Utara. Salah satu fitur aplikasi terintegrasi Gemini ini yakni pencatatan keuangan cerdas. SheSuccess juga punya fitur kalkulator usaha berbasis AI.”

“Bisa untuk kalkulasi berapa modal dan harga jual yang pas untuk ibu‑ibu melakukan usaha,” tuturnya. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur desain kemasan berbasis AI untuk memudahkan rebranding produk.

Untuk memperkaya wawasan, SheSuccess memiliki fitur SheStory untuk sharing antar pengguna dan SheBot. “SheBot ini AI‑nya aplikasi. Jadi ibu‑ibu itu bisa menanyakan sama seperti kita menayakan ke AI. Fitur SheBot ini bsa memberikan solusi‑solusi khusus untuk usaha‑usaha yang ingin dibangun oleh ibu‑ibu itu,” jelasnya.

Sebagai Team Leader dan AI Implementation Strategist, ia memanfaatkan Google Gemini untuk mengembangkan tata letak aplikasi, ide fitur, dan cara kerjanya. “Jadi Gemini Canvas bisa buat tata letak untuk aplikasinya, sehingga aku bisa debug lebih lanjut di Android Studio—di mana Android Studio juga sudah terintegrasi sama Google Gemini,” ujarnya.

Proyek sosial SheSuccess mendapat pendanaan pada ajang Inovillage 2025, yang diinisiasi Telkom Indonesia dan Telkom University. Aplikasi ini direncanakan dirilis di Play Store.

Ketertarikannya membuat aplikasi bermanfaat juga terlihat lewat proyek Gizwa (Gizi Siswa). Ia mengembangkan website gizi yang berfokus pada isu keracunan dan makanan tidak layak, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Jadi web ini aku buat murni dari Google Gemini untuk menghitung gizi, ada edukasi makanan bergizi, juga gimana cara buatnya untuk orang tua‑orang tua yang mau bikin makanan bergizi,” tuturnya.

Di perkuliahan, ia memanfaatkan Gemini Deep Research untuk mendukung penulisan laporan praktikumnya. “Biasanya untuk buat tabel itu aku pakai NanoBanana. Jadi aku buat di Google Docs dulu tabelnya, screenshot, taruh di Gemini, bisa buat (jadi) tabel yang lebih kreatif,” tuturnya.

Country Marketing Manager Google Indonesia, Muriel Makarim, berharap para duta mahasiswa 2026 dapat terinspirasi dari Syahdika dan alumni GSA untuk memanfaatkan AI secara etis dan bermanfaat. “Semoga perjalanan kalian bisa membawa inspirasi, bisa membawa manfaat. Tidak hanya untuk kampus, tapi juga untuk masing‑masing dan untuk pendidikan Indonesia,” tuturnya.

Dengan contoh nyata seperti Syahdika, program GSA menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat menggabungkan kreativitas, teknologi, dan tujuan sosial. Proyek-proyek yang dikembangkan—dari penerjemah bahasa isyarat hingga aplikasi pemberdayaan perempuan—menunjukkan potensi AI dalam meningkatkan kualitas hidup dan pendidikan di Indonesia.

Google Student Ambassador 2026AIGemini CanvasSign‑Ai ProSheSuccessPoliteknik Negeri MedanInovillage

Komentar

Memuat komentar...