Gunung Ciremai Ditarik 2.859 Pendaki di Libur Lebaran 2026
Gambar atau konten salah?
Gunung Ciremai kembali dipadati pendaki selama periode libur Lebaran 2026. Total ada 2.859 pendaki yang melakukan pendakian di gunung itu. Setelah sempat ditutup selama satu bulan untuk pemulihan ekosistem, gunung Ciremai langsung diserbu oleh para pendaki yang antusias.
Menurut catatan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), sebanyak 2.859 orang melakukan pendakian di gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut dalam kurun waktu 22 hingga 25 Maret 2026. “Untuk pendaki dari tanggal 22 sampai 25 Maret itu totalnya 2.859 rinciannya Palutungan 1.231 orang, Linggasana 45, Linggarjati 25. Untuk di Majalengka Jalur Apuy 1.026 orang dan Jalur Trisakti Sadarehe 532 orang,” tutur Adji, Rabu (25/3).
Adji Sularso menjelaskan ribuan pendaki tersebut tersebar di lima jalur pendakian resmi. Jalur-jalur tersebut meliputi Palutungan, Linggasana, dan Linggarjati yang berada di wilayah Kabupaten Kuningan, serta Apuy dan Trisakti Sadarehe yang berlokasi di Kabupaten Majalengka.
Menurut Adji, Palutungan masih menjadi rute favorit bagi para pendaki dengan total kunjungan mencapai 1.231 orang. Sebaliknya, Linggarjati menjadi rute yang paling sedikit diminati dengan jumlah hanya 25 pendaki. Medan yang sulit disinyalir menjadi alasan utama minimnya minat pendaki melalui jalur tersebut.
Adji memaparkan bahwa para pendaki tersebut didominasi oleh warga lokal sekitaran Kuningan, meski banyak pula yang datang dari luar daerah seperti Cirebon, Jakarta, Bandung, Bekasi, hingga Cianjur. “Kebanyakan berasal dari sekitaran Kuningan. Tapi ada juga yang dari ada luar Kuningan. Rata-rata mereka datang karena penasaran mau mendaki ke Gunung Ciremai, sebelumnya kan ditutup. Ada juga yang sudah mendaki, tapi mau mendaki lagi karena berkesan,” tutur Adji.
Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, pihak TNGC mengimbau kepada para pendaki untuk senantiasa waspada dan mematuhi SOP pendakian. SOP itu mencakup kesiapan perlengkapan, kewajiban menggunakan jalur resmi, membawa kembali sampah, serta menjaga kelestarian ekosistem. “Ikuti SOP pendakian yang ada demi keamanan, kenyamanan dan keselamatan para pendaki. Apalagi selama Ramadan kemarin ada penutupan dalam rangka pemulihan ekosistem. TNGC juga selalu memastikan agar pendaki berjalan sesuai SOP seperti memastikan kuota masing-masing jalur pendakian, syarat pendakian, cek kesehatan hingga asuransi,” pungkas Adji.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama periode libur Lebaran, TNGC telah melakukan berbagai langkah preventif. Upaya tersebut meliputi pemantauan pergerakan pendaki secara intensif, pemeriksaan kesehatan, pengecekan perlengkapan, hingga validasi jumlah pendaki yang berangkat.
Angka tinggi pendakian ini menegaskan minat masyarakat yang kuat terhadap Gunung Ciremai. TNGC berupaya menyeimbangkan antara keselamatan pendaki dan pelestarian lingkungan dengan menegakkan SOP dan melakukan pengawasan ketat selama periode libur Lebaran.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Trans Luxury Hotel Surabaya Buka, Soft Opening Rp999.000
Jatiluwih: Turis Asia Domestik Naik, Barat Turun Pasar Konflik
Pendaki Terjatuh di Gunung Semeru, Evakuasi Sempat Lama
Allo PayLater dan Allo Prime Diskon 20% di Trans Studio
Prabowo Aktifkan Bandara Husein, Bandara Kertajati Terancam
Berita Terbaru
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Beasiswa AGRTPS 2026: 5 Slot Buka, Pendaftaran Hingga 18 Juni
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
