Gunung Slamet Tutup Jelas karena Suhu Kawah Meningkat

Sari D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 123 dibaca
Bisik.id
Gunung Slamet Tutup Jelas karena Suhu Kawah Meningkat

Gambar atau konten salah?

Gunung Slamet ditutup secara resmi mulai 05 April 2026 karena suhu kawah meningkat secara signifikan, menandakan potensi erupsi. Keputusan ini diambil untuk melindungi keselamatan pendaki.

Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, menjelaskan alasan penutupan. “Karena ada peningkatan suhu di kawah yang signifikan, jadi itu berpotensi untuk erupsi. Demi keamanan pendaki, kami memutuskan untuk penutupan pendakian,” ujarnya.

Penutupan mencakup seluruh jalur pendakian di sekitar gunung. Jalur yang sebelumnya masih dibuka, seperti via Kaliwadas, kini sudah resmi ditutup. Sugeng menambahkan, “Seluruhnya lingkar Slamet ditutup. Kemarin ada yang via Kaliwadas juga sudah tutup. Tadinya mereka mau tetap buka, tapi akhirnya ikut ditutup.”

Beberapa pendaki sudah mencapai Pos 5 sebelum penutupan. Namun, radius aman diperluas hingga 3 kilometer dari kawah, sehingga pendakian tidak lagi diizinkan.

Meski demikian, aktivitas Gunung Slamet masih berada di Level II atau waspada. Peningkatan aktivitas disebabkan oleh lonjakan suhu kawah yang tidak biasa. Sugeng mengatakan, “Statusnya masih di Level II. Yang lainnya normal, tapi memang suhunya yang naik.”

Data pemantauan menunjukkan suhu kawah melonjak drastis dalam dua hari terakhir. Pada 03 April 2026, suhu tercatat mencapai 411,2 derajat Celsius. Sehari kemudian, 04 April 2026, suhu naik menjadi 464 derajat Celsius. “Itu cukup signifikan, karena biasanya suhu stagnan. Normalnya di bawah 200 derajat Celsius, tapi ini naik drastis sejak Jumat tanggal 3,” kata Sugeng.

Hingga pagi hari pada 05 April 2026, kepulan asap putih masih terlihat di kawah. Pihak pengelola menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum membuka kembali jalur pendakian. Sugeng menegaskan, “Kita ambil amannya, kalau sudah di bawah 200 derajat Celsius nanti baru dibuka kembali. Sambil menunggu informasi resmi.”

Ia juga mengimbau calon pendaki untuk menunda rencana pendakian dan tidak nekat mencari jalur alternatif yang tidak resmi. “Untuk calon pendaki, sebaiknya di-cancel dulu sambil menunggu perkembangan penurunan suhu. Jangan nekat mencari jalur tidak resmi,” ujarnya.

Situasi ini menegaskan pentingnya mematuhi peringatan dan menunggu konfirmasi resmi sebelum memulai pendakian di Gunung Slamet.

Gunung Slametpenutupan jalur pendakiansuhu kawahpotensi erupsiLevel IIPerhutani Alam Wisataseluruh jalurperingatan pendaki

Komentar

Memuat komentar...