Harga Jajanan Kaki Lima Bangkok Naik, Pedagang Minta Dukungan

Endah K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 43 dibaca
Bisik.id
Harga Jajanan Kaki Lima Bangkok Naik, Pedagang Minta Dukungan

Gambar atau konten salah?

Bangkok, 22 Maret 2026 – Jajanan kaki lima di kota ini mulai terasa harganya naik. Pedagang di pasar tradisional dan di pinggir jalan terpaksa menaikkan tarif sekitar lima baht, setara Rp 2.500, per porsi.

Yada Pornpetrampa, presiden Asosiasi Pedagang Bangkok, menelusuri penyebab kenaikan. Ia menegaskan bahwa biaya tidak hanya datang dari bahan bakar, melainkan juga dari bahan baku, kemasan, dan perlengkapan dapur. “Setelah ketegangan internasional, banyak barang mulai naik. Pemasok khawatir tentang biaya di masa depan dan sudah mulai menyesuaikan harga,” ujarnya.

Harga sayuran dan bahan pokok juga melonjak. Daun kemangi Thailand, yang biasanya dijual 35–40 baht per kilogram, kini mencapai 50–55 baht. Jeruk nipis ukuran sedang atau besar, yang sebelumnya 3 baht, kini sekitar 4,5–5 baht per buah. Selain itu, biaya kantong plastik, tas makanan panas dan dingin, serta peralatan makan plastik juga meningkat.

Pedagang menunggu respons cepat dari pemerintah. Mereka berharap ada insentif bagi pedagang kecil dan lansia. “Kami berharap pemerintah dapat membantu melalui program kartu kesejahteraan dan tunjangan bagi lansia,” kata Raddawan Umyard, pedagang sosis panggang.

Prayad Panngam, seorang warga lansia, menambahkan bahwa ia berharap pemerintah baru mengutamakan masyarakat miskin, menjaga agar harga tidak melonjak berlebihan, serta mendukung layanan kesehatan dan kesejahteraan lansia.

Ringkasan – Harga jajanan kaki lima di Bangkok naik karena tekanan global, termasuk ketegangan di Timur Tengah. Penjual menyesuaikan tarif dan menuntut dukungan pemerintah untuk mengurangi beban biaya. Bahan pokok seperti daun kemangi dan jeruk nipis mengalami kenaikan signifikan, dan perlengkapan kemasan juga lebih mahal. Pedagang dan lansia mengharapkan bantuan pemerintah melalui program kesejahteraan dan tunjangan.

Bangkok street foodkenaikan hargaketegangan Timur Tengahbiaya bahan bakarbiaya bahan bakuinsentif pemerintahdukungan lansia

Komentar

Memuat komentar...