Hipertensi, Diabetes: Nutri Level Turunkan Gagal Ginjal

Ratna D. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 64 dibaca
Bisik.id
Hipertensi, Diabetes: Nutri Level Turunkan Gagal Ginjal

Gambar atau konten salah?

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyoroti dua kondisi medis yang seringkali menjadi pemicu utama terjadinya gagal ginjal di Indonesia. Ia menegaskan bahwa hipertensi dan diabetes mellitus, dua penyakit kronis yang dapat dicegah lewat gaya hidup sehat, menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan.

“Concern kita yang utama di diabetes melitus dan hipertensi. Itu yang akan kita kejar dengan pendekatan promotif dan preventif sehingga dalam jangka panjang akan sangat-sangat menurunkan pembiayaan kesehatan,” kata Prihati pada 15 April 2026. Ia menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif dalam mengurangi beban finansial kesehatan masyarakat.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah mulai mengimplementasikan sistem Nutri Level pada pangan siap saji. Sistem ini bertujuan memberikan informasi yang lebih jelas tentang kandungan gula, garam, dan lemak dalam produk makanan. Dengan adanya label ini, konsumen dapat memilih produk yang lebih sehat, sehingga diharapkan angka kasus gagal ginjal dapat ditekan.

Ginjal berfungsi sebagai filter darah, menghilangkan limbah dan kelebihan cairan. Ketika fungsi ginjal terganggu secara terus-menerus, proses penyaringan perlahan menurun. Akibatnya, ginjal tidak lagi mampu bekerja optimal, dan risiko gagal ginjal meningkat.

Diabetes mellitus memicu kerusakan ginjal melalui mekanisme peningkatan gula darah. Saat kadar glukosa tinggi, ginjal bekerja lebih keras untuk mengeluarkan glukosa lewat urine. Proses ini menarik lebih banyak cairan dari tubuh, sehingga frekuensi buang air kecil meningkat dan rasa haus terus-menerus muncul. Rasa haus yang berulang sering dianggap sepele, padahal menandakan beban kerja ginjal yang meningkat. Dalam jangka panjang, gula darah tinggi menyebabkan peradangan dan stres oksidatif pada pembuluh darah kecil di ginjal, merusak bagian penyaring halusnya. Akibatnya, protein yang seharusnya tetap berada di darah mulai bocor ke urine, dan kerusakan ini berkembang menjadi jaringan parut yang menurunkan fungsi ginjal.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Medicine tahun 2023 menunjukkan bahwa beban filtrasi glukosa yang tinggi dalam waktu lama dapat mengubah struktur dan fungsi ginjal secara bertahap. Sebelumnya, Journal of the American Society of Nephrology tahun 2017 mencatat bahwa perubahan struktur dan fungsi ginjal dapat terjadi sebelum seseorang didiagnosis diabetes mellitus. Jika tidak dikendalikan, proses ini berujung pada penyakit gagal ginjal.

Hipertensi juga menjadi penyebab utama penurunan fungsi ginjal, terutama bila tidak terkontrol dalam jangka panjang. Tekanan darah tinggi membuat dinding pembuluh darah kecil di ginjal menebal dan menyempit, mengganggu aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi. Kondisi ini memaksa ginjal bekerja lebih berat, dan seiring waktu, kerusakan permanen pada jaringan ginjal terjadi. Fungsi penyaringan menurun secara bertahap hingga ginjal tidak lagi dapat bekerja dengan baik.

Studi ilmiah terbaru yang diterbitkan dalam Biomedicine tahun 2026 menegaskan bahwa hipertensi menjadi salah satu penyebab utama penurunan fungsi ginjal. Penelitian tersebut menyoroti pentingnya kontrol tekanan darah untuk mencegah kerusakan ginjal yang tidak dapat dipulihkan.

Masalahnya seringkali bermula dari pola makan harian yang sederhana. Asupan gula, garam, dan lemak berlebih, terutama dari makanan dan minuman kemasan atau siap saji, dapat dengan cepat melampaui batas anjuran GGL (Gizi, Gizi, dan Gizi). Label Nutri Level memudahkan konsumen membaca kandungan GGL secara cepat, sehingga mereka dapat membuat keputusan lebih sadar sebelum membeli.

Dengan mengurangi minuman manis, membatasi makanan tinggi garam, dan lebih sadar akan apa yang dikonsumsi setiap hari, risiko diabetes mellitus dan hipertensi dapat diturunkan. Beban kerja ginjal pun tidak terus-menerus dipaksa berat, sehingga fungsi ginjal dapat terjaga lebih lama. Akibatnya, kasus gagal ginjal di Indonesia dapat menurun secara signifikan.

Melalui pendekatan promotif dan preventif yang didukung oleh sistem Nutri Level, pemerintah berharap dapat menekan angka kasus gagal ginjal dan beban biaya kesehatan. Kebijakan ini menekankan pentingnya gaya hidup sehat, pengendalian gula, garam, dan lemak, serta pemantauan tekanan darah secara rutin. Dengan langkah-langkah sederhana ini, masyarakat dapat mengurangi risiko penyakit kronis yang berujung pada kerusakan ginjal.

Gagal ginjalHipertensiDiabetes mellitusNutri LevelGaya hidup sehatBPJS Kesehatan

Komentar

Memuat komentar...