Hotel Jakarta Rayakan Kartini dengan Batik dan Kuliner

Sari D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 39 dibaca
Bisik.id
Hotel Jakarta Rayakan Kartini dengan Batik dan Kuliner

Gambar atau konten salah?

Jakarta, 21 April 2026 – Beberapa hotel di ibu kota menandai Hari Kartini dengan cara yang berbeda. Manhattan Hotel Jakarta menggelar acara bertajuk Lentera Kartini: Cakrawala & Budaya di NYC Lounge & Bar pada hari Selasa. Acara ini merupakan kerja sama dengan Belantara Budaya Indonesia dan melibatkan pelaku industri kreatif, UMKM, serta komunitas budaya. Di antara peserta, ada seniman dan edukator batik Dave Tjoa, pendiri Karatungga, serta Kala Seni yang dipimpin oleh Kirana Lucida Arundanti. Komunitas Perempuan Pelestari Budaya turut hadir.

Acara ini diiringi pameran batik mini yang menampilkan motif tradisional. Batik diposisikan sebagai jiwa, identitas, dan ikon Indonesia. Seperti yang dikatakan Asteria T. Hesty, managing director Sango Hotel Management: “Acara ini sejalan dengan service culture dengan hotel kami, Sango Hotel Management. kami mendukung semua energi dan effort untuk membuat budaya Indonesia semakin kuat dan dikenal. Kami sangat mendukung acara seperti ini. Dan, batik ditonjolkan dalam acara karena batik sudah menjadi jiwa Indonesia, batik adalah identitas Indonesia. Batik sudah menjadi ikon Indonesia,”

Diskusi panel yang diadakan bersamaan menyoroti peran strategis perempuan dalam pelestarian budaya. Dave Tjoa bersama Karatungga Puteri Widia dan Kirana Lucida Arundanti membahas bagaimana industri kreatif dapat menjaga identitas budaya nasional di tengah dinamika global. Tema ini menegaskan bahwa perempuan tidak hanya menjadi pelestari, tetapi juga inovator dalam memajukan warisan budaya.

Sementara itu, Hotel Aston Priority Simatupang menyiapkan minuman khas Jepara, Adon-Adon Coro, yang disajikan di buffet Canary Restaurant. Minuman ini terbuat dari campuran santan, gula merah, kayu manis, jahe, lengkuas, cengkeh, dan rempah lain, menghasilkan rasa manis hangat. Adon-Adon Coro dikenal sebagai favorit R.A Kartini dan telah lama dinikmati masyarakat pesisir utara Jawa. Istilah “adon-adon” merujuk pada proses pengadukan, sedangkan “coro” berarti cara atau racikan dalam bahasa Jawa.

Pengenalan kuliner ini menegaskan bahwa warisan Kartini melampaui gagasan emansipasi perempuan; ia juga tercermin dalam praktik budaya sehari‑hari. Pemerintah Kabupaten Jepara kini mengajukan Adon-Adon Coro sebagai nominasi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia, sebagai upaya pelestarian kuliner tradisional berbasis pengetahuan lokal. Di samping minuman, tim pastry Aston Priority Simatupang menyajikan produk bertema Kartini, termasuk choco cashew cake, tape cake, klepon mouse cake, cheese cake, dan strawberry choux.

General Manager Hotel Aston Priority Simatupang, Andi Gevika Rizki, menegaskan tujuan acara: “Momentum Hari Kartini ini menjadi momen kami untuk memperluas cara pandang masyarakat dalam mengenal sosok Kartini, tidak hanya melalui simbol budaya populer seperti kebaya dan surat-suratnya, tetapi juga melalui warisan kuliner daerah, yaitu minuman adon-adon coro, serta produk pastry kami yang menampilkan bentuk-bentuk bertema Kartini,”

Kedua hotel menggunakan perayaan Hari Kartini sebagai platform untuk menonjolkan budaya Indonesia. Melalui kolaborasi seni, batik, dan kuliner tradisional, mereka memperkaya pengalaman tamu sekaligus memperkuat identitas budaya nasional. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana sektor perhotelan dapat berperan aktif dalam pelestarian warisan budaya.

Hari KartiniBatikAdon‑Adon CoroPerhotelanIndustri kreatifWarisan Budaya TakbendaPerempuan pelestari budaya

Komentar

Memuat komentar...