Hujan Es di Semarang: Warga Tembalang Terkaget, Atap Menjerit
Gambar atau konten salah?
Pada 12 April 2026, warga di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, menyaksikan hujan es yang jarang terjadi. Kejadian ini membuat banyak orang terkejut karena cuaca di hari itu sebelumnya sangat panas.
Salah satu korban, Leony, berusia 26 tahun, tinggal di Jalan Amposari, Kelurahan Kedungmundu. Ia berkata, “Atapku glodak-glodak, aku kira apa, ternyata hujan es. Anginnya kenceng banget, dalem rumah sampe dingin.”
Ketika hujan lebat melanda kota, Leony dan keluarganya berada di dalam rumah. Tiba-tiba suara atap terdengar keras. Ia mengatakan, “Agak takut ya waktu itu, karena hujan angin kencang, rumah meskipun ditutup tetap terasa dingin, terus hujannya itu deras sampai glodakan. Awalnya suami yang notice kalau ada hujan es itu, terus langsung saya rekam.”
Ia menambahkan, “Sebelumnya panas banget, setelah itu mendung yang benar-benar gelap jam 12.30 WIB, terus hujan es. Untung tidak ada dampak apapun, cuma suasananya sempat dingin sesaat.”
Leony juga mencoba merekam video di luar, namun butiran es tidak terlihat. Ia berkata, “Tadinya mau saya video di luar rumah, cuma memang nggak kelihatan karena hujan angin, butiran esnya nggak kelihatan. Tapi atap rumah saya ada yang bening, jadi terluhat ada butiran es batu yang turun.”
Tetangga di belakangnya juga menyadari hujan es. Ia mengatakan, “Ada tetangga belakang saya yang notice juga, sempat buat status ‘hujan es’.”
Warga lain, Ama, berusia 24 tahun, juga melihat butiran es. Ia mengaku, “Saya lagi tidur terus dengar suara hujan di atap itu kenceng banget, saya buka jendela rumah, ternyata ada butiran esnya.” Ia menambahkan, “Butiran es yang jatuh tidak terlalu besar ukurannya. Hanya seperti kerikil yang sangat kecil dan hampir tak terlihat.”
Ama menilai, “Hujan yang ada esnya sebentar banget, tapi kalau hujan anginnya lumayan lama.”
Fenomena hujan es di Semarang menandai perubahan cuaca yang drastis dalam satu hari. Meskipun tidak menimbulkan kerusakan, kejadian ini menjadi pengingat bahwa cuaca dapat berubah mendadak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Puasa 1 Muharam 1448 H: Boleh, Niat & Jadwal 16 Juni
1 Muharam 1448 H Jadi Hari Libur Nasional, Banner dan Ucapan
Sumur Puter Sunan Kudus: Cerita Tersesat di Gang Sempit
Sumur Puter di Kudus, Mitra Barang Hilang? Belum Ada Bukti
Sumur Puter di Kudus: Warisan Air Sunan yang Terlupakan
BEM Solo Raya Demonstrasi di DPRD Solo, Aksi Berakhir Damai
Berita Terbaru
Harga Emas Antam Palembang Naik Tipis 2.000 Rupiah
Jawa Barat Tanggung Biaya Sekolah Swasta bagi 70 Ribu Calon Murid
Jennifer Coppen nikah Justin Hubner di Bali, tradisi Jawa
Afif Farhan Rangking Timnas Paling Banyak Gol WC
LPDP Wawancara: Kejujuran Lebih Penting daripada Jawaban
BGN Resmi: Hoaks Pembagian Keuntungan MBG Ditolak
