Idul Adha 2026: Waktu Salat Awal Lebih Pagi di Indonesia

Bambang W. · 2 min baca · 8 hari lalu · 71 dibaca
Bisik.id
Idul Adha 2026: Waktu Salat Awal Lebih Pagi di Indonesia

Gambar atau konten salah?

27 Mei 2026 menandai Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Indonesia. Pada hari ini, umat Islam di seluruh tanah air menyiapkan diri untuk melaksanakan salah satu ibadah utama, yaitu Salat Idul Adha.

Menurut ketentuan fikih, waktu pelaksanaan salat ini dimulai dari matahari terbit di ufuk timur dan berakhir sebelum memasuki waktu Zuhur. Artinya, jamaah dapat melaksanakan salat mulai pagi hari, namun harus selesai sebelum matahari bergerak ke barat.

Berbeda dengan Salat Idul Fitri, yang biasanya dimulai lebih lambat, salat Idul Adha dianjurkan dimulai lebih awal. Hal ini memberi ruang bagi masyarakat dan panitia kurban untuk menyiapkan proses penyembelihan hewan kurban setelah rangkaian salat selesai. Dengan waktu yang lebih luas, semua pihak dapat melaksanakan tugasnya tanpa terburu-buru.

Seperti dikutip dalam buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan karya Abu Maryam Kautsar Amru, dasar waktu pelaksanaan antara Salat Idul Adha dan Idul Fitri bersamaan. Namun, praktik di Indonesia seringkali menyesuaikan dengan kebutuhan logistik dan tradisi setempat.

Di berbagai daerah, pelaksanaan salat biasanya berlangsung antara pukul 06.00 hingga 07.30 WIB. Karena itu, disarankan untuk datang lebih pagi ke lokasi, agar tidak terjebak dalam antrian panjang atau terlambat menunaikan salat berjamaah di masjid maupun lapangan terbuka.

Salat Idul Adha berlangsung dalam dua rakaat. Setiap rakaat diakhiri dengan khutbah, sehingga jamaah dapat mendengarkan pesan penting dari khatib. Berikut urutan dan tata cara pelaksanaan setiap rakaat.

Rakaat Pertama

1. Membaca niat di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram: اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (إِمَامًا/مَأْمُوْمًا) للهِ تَعَالَى Ushalli sunnatan li Idil Adhā rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an (imāman/ma'mūman) lillāhi ta'ālā. Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat (sebagai imam/makmum) karena Allah ta'ala.”

2. Takbiratul ihram.

3. Lakukan takbir tambahan sebanyak tujuh kali. Di antara setiap takbir, bacalah tasbih: سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil 'aliyyil azhîm.

4. Membaca Surat Al‑Fatihah, lalu Surat Al‑A'la.

5. Rukuk dan i'tidal.

6. Sujud pertama, duduk di antara dua sujud.

7. Sujud kedua.

8. Duduk istirahat sejenak sebelum melanjutkan ke rakaat kedua.

Rakaat Kedua

1. Bangun dari sujud dan bertakbir.

2. Lakukan takbir tambahan sebanyak lima kali sebelum membaca Al‑Fatihah. Di antara setiap takbir, bacalah lafal tasbih yang sama seperti pada rakaat pertama.

3. Membaca Surat Al‑Fatihah, lalu Surat Al‑Ghasiyah.

4. Rukuk dan i'tidal.

5. Sujud pertama, duduk di antara dua sujud.

6. Sujud kedua.

7. Duduk tasyahhud akhir, bacalah tasyahhud lengkap.

8. Ucapkan salam ke kanan dan ke kiri untuk menutup salat.

Setelah imam mengucapkan salam, jamaah diingatkan untuk tidak langsung bubar atau pulang. Luangkan waktu sejenak di tempat duduk masing-masing, dengarkan khutbah Idul Adha yang disampaikan oleh khatib di atas mimbar hingga selesai. Khutbah ini penting untuk menegaskan makna dan nilai Idul Adha bagi umat.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, jamaah dapat melaksanakan Salat Idul Adha dengan penuh kesungguhan dan ketenangan. Selamat menyiapkan diri, dan semoga Hari Raya Idul Adha 2026 membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi semua.

Hari Raya Idul AdhaSalat Idul AdhaWaktu PelaksanaanKurbanKhutbahRakaatTakbir

Komentar

Memuat komentar...