IHSG Naik 2,07% Berkat BBCA, TPIA, BBRI, Sektor Industri Kuat

Fitri A. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 127 dibaca
Bisik.id
IHSG Naik 2,07% Berkat BBCA, TPIA, BBRI, Sektor Industri Kuat

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pasar dengan kenaikan 2,07% ke level 7.458,50 pada perdagangan Jumat (10 April 2024). Kenaikan ini didorong oleh saham-saham berkapitalisasi besar: BBCA naik 3,47%, TPIA melesat 16,83%, dan BBRI menguat 3,35%. Namun, pergerakan indeks juga tertahan oleh pelemahan DSSA sebesar 0,32%, ANTM 1,07%, dan AMRT 1,00%. Investor asing membeli saham reguler senilai Rp239,92 miliar dan seluruh pasar senilai Rp193,91 miliar. Semua sektor mengalami penguatan, dengan sektor industri menjadi yang paling kuat naik hingga 4,29%.

Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat menunjukkan pergerakan beragam. Dow Jones turun 0,56% ke posisi 47.916, S&P 500 terkoreksi tipis 0,11% ke 6.816, sementara Nasdaq masih menguat 0,35% ke 22.902. Tekanan di Wall Street dipicu data inflasi yang menunjukkan kenaikan harga energi masih membebani daya beli. Meski demikian, sentimen eksternal belum berdampak pada instrumen Indonesia di pasar global, tercermin dari kenaikan ETF EIDO sebesar 0,82% dan MSCI Indonesia yang menguat 2,57%. Perkembangan negosiasi AS dan Iran juga belum terlihat memengaruhi pergerakan harga.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) melaporkan telah menyalurkan sekitar 6 juta unit kredit pemilikan rumah (KPR) dengan nilai total Rp530 triliun sejak 1976 hingga awal April 2026. Penyaluran KPR subsidi masih didominasi oleh masyarakat berpenghasilan rendah dengan rata-rata pendapatan sekitar Rp4,9 juta per bulan, mayoritas bekerja di sektor informal. Hingga Maret 2026, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) mencapai Rp2,17 triliun kepada lebih dari 3.291 debitur, dengan rincian Rp1,47 triliun untuk sisi pasokan dan Rp700 miliar untuk sisi permintaan. Pergerakan saham BBTN dalam jangka pendek terpantau berada di kisaran Rp1.265 hingga Rp1.320.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menetapkan pembagian dividen dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar 91,19%, dengan total nilai Rp52,10 triliun atau setara Rp345,98 per saham dalam RUPS Tahunan. Perseroan sebelumnya telah menyalurkan dividen interim Rp137 per saham, sehingga sisa dividen yang akan dibagikan diperkirakan sekitar Rp209 per saham. Rasio pembagian ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 85%, mencerminkan konsistensi perseroan dalam menjaga kebijakan distribusi laba kepada pemegang saham.

Rekomendasi Saham Hari Ini:

  • RATU - Buy 5525-5600 | TP 5800-6000 | SL 5200
  • JSMR - Buy 3150-3160 | TP 3200-3240 | SL 3000
  • LPKR - Buy 83-85 | TP 87-90 | SL 79
  • EMTK - Buy 860-875 | TP 890-920 | SL 810
  • PANI - Buy 8525-8625 | TP 8900-9200 | SL 8125

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Pasar saham Indonesia menunjukkan dinamika yang dipengaruhi oleh pergerakan global dan kebijakan domestik. Kenaikan IHSG didorong oleh saham-saham besar, sementara dividen BBRI menandai kebijakan distribusi laba yang konsisten. Investor dapat memantau pergerakan saham dan dividen untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

IHSGBBCABBRIKPRdividenSektor industriETF EIDO

Komentar

Memuat komentar...