Inaco Siap IPO 7 Juli, Target Kumpulkan Rp392 Miliar
Gambar atau konten salah?
PT Niramas Utama Tbk (JELI), yang lebih dikenal sebagai Inaco, akan memulai penawaran umum perdana (IPO) pada 7 Juli 2026 di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan ini memproduksi nata de coco, jeli, dan pudding, dan menargetkan penawaran yang akan menambah modal perusahaan.
Menurut prospektus awal yang dirilis pada 14 Juni 2026, Inaco akan menawarkan maksimal 350 juta saham baru, setara dengan 25,93 % dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Setiap saham memiliki nilai nominal Rp 100, namun harga penawaran berada di kisaran Rp 900 hingga Rp 1.120 per lembar. Dari penawaran ini, perusahaan mengharapkan dapat mengumpulkan dana sebesar Rp 392 miliar.
Penggunaan dana IPO dibagi menjadi beberapa bagian. Sekitar 51,04 % akan diserahkan kepada perusahaan anak, PT NPS, dalam bentuk ekuitas. PT NPS akan menggunakan dana tersebut untuk belanja modal, termasuk pembelian, pelunasan, dan instalasi mesin produksi serta peralatan. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly Inaco, sehingga dapat memenuhi permintaan domestik dan ekspor.
Selanjutnya, 18,36 % akan dialokasikan untuk belanja modal dalam rangka pembelian mesin, peralatan, dan perlengkapan. Dana ini juga akan dipakai untuk memperbesar kapasitas penyimpanan gudang dan mempercepat proses logistik. Penggunaan dana ini disebut sebagai level 1.
Bagian lain, 10,63 % akan digunakan untuk membayar sebagian pokok utang jangka pendek, yaitu KMK 1 dan KMK 2, kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Per tanggal 31 Maret 2026, total pokok pinjaman mencapai Rp 94 000 000 000. Setelah pembayaran sebagian, saldo kewajiban perusahaan akan berkurang menjadi Rp 54 000 000 000.
Terakhir, 19,97 % dana akan dialokasikan sebagai modal kerja. Dana ini meliputi pembelian bahan baku, pembayaran biaya operasional, dan kegiatan pemasaran, guna mendukung peningkatan aktivitas operasional dan pertumbuhan usaha Inaco.
Dengan alokasi dana yang terstruktur, Inaco bertujuan memperkuat posisi produksi, mengurangi beban utang, dan menyiapkan modal kerja yang cukup untuk ekspansi bisnis ke pasar domestik maupun internasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Indonesia Tetapkan Bea Antidumping Kertas Karton Dupleks
BI Perkuat Rupiah lewat BCSA, LCT, QRIS dengan China
Transmart Sale 17 Mei: Diskon 70% peralatan makan dan minum
Daftar Pemagangan Jepang & Kaigo via Skillhub SIAPkerja
Transmart Full Day Sale: Sarung Bantal Sofa Murah Rp20.000
BOJ Naikkan Suku Bunga ke 1%: Tanda Awal Kenaikan 31 Tahun
Berita Terbaru
Panda Raksasa Lahir di Indonesia, Buktikan Kerja Sama China
Bandung Kustom Kultur Field & Fleet 13‑14 Juni Prabuwangi Park
Brasil Imbang 1-1 Melawan Maroko, Posisi 2 di Grup C
EA Sports Ramalkan Spain Juara Piala Dunia 2026 Simulasi
Inaco Siap IPO 7 Juli, Target Kumpulkan Rp392 Miliar
Tahun Baru Islam 1448 Jadi Libur Nasional 16 Juni 2026
Alwi Farhan Menang Final Australian Open 2026 di Sydney
Dzikir Petang Ditekankan Terdapat Keutamaan dalam Al‑Qur’an
