Inggris Pertimbangkan Pungutan Hotel untuk Museum Gratis

Sari D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 70 dibaca
Bisik.id
Inggris Pertimbangkan Pungutan Hotel untuk Museum Gratis

Gambar atau konten salah?

Museum Nasional tetap menjadi tujuan wisata yang menarik dan gratis, namun kebijakan tersebut tampaknya akan berubah bagi para turis.

Pada Selasa, 31 Maret 2026, pemerintah Inggris mengumumkan bahwa ia sedang mempertimbangkan pungutan hotel sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendanaan seni. Langkah ini muncul setelah tinjauan Arts Council England menyoroti kebutuhan mendesak untuk sumber dana jangka panjang bagi sektor seni.

Di antara opsi yang dibahas adalah pungutan hotel, sebuah kebijakan yang masih dalam proses konsultasi. Alison Cole, direktur Cultural Policy Unit, menyatakan: “ide yang sangat buruk.” Ia menambahkan, “Ada cara yang jauh lebih baik untuk menyelamatkan museum-museum sipil dan infrastruktur budaya kita yang luar biasa di seluruh negeri, dan kami percaya itu adalah pungutan hotel,” katanya.

Sejak 2001, Museum Nasional dan galeri-galeri publik telah menawarkan akses gratis kepada semua pengunjung. Kebijakan ini dianggap meningkatkan jumlah kunjungan dan pariwisata. Sebelumnya, pada 01 November 2025, Kementerian Keuangan mengusulkan penghentian gratis masuk sebagai bagian dari pemotongan anggaran, namun rencana tersebut dibatalkan setelah mendapat penolakan dari para menteri kebudayaan.

Penelitian terpisah oleh Art Fund menunjukkan bahwa 72% masyarakat mendukung pungutan pariwisata yang mensubsidi masuk gratis ke museum nasional. Data ini menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dalam menanggapi rekomendasi Margaret Hodge pada 01 Desember 2025 dalam tinjauan Arts Council England.

Respons pemerintah menegaskan bahwa semua rekomendasi akan dieksplorasi, termasuk peningkatan pendanaan untuk mendukung karier kreatif bagi individu dari latar belakang yang kurang terwakili. Rencana lain mencakup pengembangan sektor kreatif di seluruh negeri.

British Museum, salah satu Museum Nasional yang paling banyak dikunjungi, didirikan pada 1753 di Bloomsbury, London. Sebagai institusi pertama di dunia yang didedikasikan untuk sejarah, seni, dan budaya manusia, museum ini menyimpan sekitar delapan juta objek dari seluruh dunia. Koleksi ini mencakup narasi budaya manusia dari prasejarah hingga era modern.

Daya tarik utama museum ini meliputi artefak ikonik seperti Batu Rosetta, patung-patung Parthenon dari Yunani Kuno, dan koleksi mumi Mesir yang luas. Arsitektur bangunan juga menonjol, terutama Great Court Ratu Elizabeth II, ruang publik tertutup terbesar di Eropa dengan atap kaca geometris megah.

British Museum tetap memegang prinsip pencerahan dengan memberikan akses masuk gratis bagi seluruh masyarakat dunia. Misi utamanya adalah menjadi tempat penelitian dan pemahaman lintas budaya bagi siapa saja yang ingin mempelajari jejak peradaban manusia dari berbagai benua.

Secara keseluruhan, kebijakan pemerintah mencerminkan upaya mencari keseimbangan antara pendanaan seni dan akses publik. Sementara sebagian masyarakat mendukung pungutan pariwisata, pendapat kritis menunjukkan bahwa solusi lain, seperti pungutan hotel, mungkin lebih efektif dalam melestarikan museum dan infrastruktur budaya nasional.

Museum NasionalBritish Museumpungutan hotelakses gratispendanaan seniArts Council Englandpariwisata

Komentar

Memuat komentar...