Jakarta Rayakan HUT 499, Fokus Gerakan Pilah Sampah Bersih
Gambar atau konten salah?
Pada akhir pekan 09 Mei 2026 hingga 10 Mei 2026, Jakarta menyelenggarakan Pencanangan HUT ke-499 Jakarta. Acara ini berlangsung di sepanjang koridor yang membentang dari Jl. HR Rasuna Said hingga Plaza Festival. Pencanangan ini menandai deklarasi resmi Gerakan Pilah Sampah, sebuah inisiatif yang menekankan pentingnya pengelolaan sampah di ibu kota.
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat hadir di acara tersebut. Ia membawa misi untuk mengubah sampah menjadi sumber pendapatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jakarta atas dukungan yang diberikan.
"Memang Jakarta harus paling di depan dalam memberikan contoh. Setelah dilantik oleh Presiden, kami sekarang sedang mempersiapkan roadmap penanganan sampah dalam 2 tahun selesai di seluruh Indonesia. Dan Jakarta mendahului pembuat itu, alhamdulillah," ujar Jumhur Hidayat di Plaza Festival, Jakarta Selatan, Minggu (10 Mei 2026).
Di hadapan para pejabat yang hadir, termasuk Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, dan Wakil Menteri LH Diaz Hendropriyono, Jumhur memaparkan tantangan besar yang masih dihadapi Indonesia terkait tata kelola sampah.
"Seluruh Indonesia ini ada 141.000 ton sampah setiap hari. Di Jakarta kira-kira 8.000 ton sampah setiap hari. Faktanya di seluruh Indonesia, 75% belum terkelola dengan baik," tegasnya.
Sebagai langkah nyata, Jumhur menegaskan bahwa Kementerian LH ke depannya tidak akan sekadar menjadi “tukang hukum” bagi daerah yang gagal mengelola sampah. Ia berjanji akan menjemput bola untuk memberikan jalan keluar.
"Sanksi dan teguran tidak semata-mata menyelesaikan masalah kalau kita tidak menunjukkan solusinya. Maka ke depan, Kementerian LH akan memberi teguran sekaligus mendiskusikan dan bahkan menyodorkan opsi-opsi pilihan kebijakan yang mungkin dilakukan bagi setiap provinsi," jelas Jumhur.
Ia berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan, tumpukan sampah yang telah lama merusak pemandangan kota itu dapat diubah menjadi aset bernilai ekonomi (cuan) yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan.
Bagi pariwisata perkotaan, kebersihan adalah daya tarik mutlak. Jumhur menyinggung bahwa cara warga ibu kota memperlakukan sampah adalah cerminan langsung dari peradaban masyarakatnya. Kebersihan kota memengaruhi citra wisatawan.
"Peradaban bangsa juga salah satunya ditentukan bagaimana kita memperlakukan sampah. Itu salah satu ciri tingkat peradaban dari satu masyarakat: bagaimana memilah sampah dengan baik," tuturnya. Sistem pemilahan yang baik menunjukkan kesadaran lingkungan.
Ia juga menitipkan pesan penting kepada jajaran pemerintah daerah. Menurutnya, inisiatif warga yang sudah mau memilah sampah dari rumah seringkali kandas karena kurangnya fasilitas pemilahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kebutuhan fasilitas pemilahan harus dipenuhi.
"Saya sepakat Jakarta sampahnya harus selesai dan saya mendukung gerakan pilah sampah di Jakarta. Pastikan gerakan pilah sampah ini bertemu dengan kebijakan di atas, yakni menyediakan tempatnya. Akhirnya, terjadilah pemilahan sampah secara sempurna," pungkasnya. Kita harus memastikan fasilitas tersebut tersedia.
Acara ini menegaskan komitmen Jakarta untuk menjadi contoh dalam pengelolaan sampah. Dengan rencana dan dukungan kebijakan, kota ini berupaya mengubah sampah menjadi sumber pendapatan sekaligus memperbaiki citra bersih bagi wisatawan. Kota ini berharap dapat menginspirasi daerah lain.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
