Jakarta Rayakan Songkran 2026, Patung Buddha Dimandikan

Vera T. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 57 dibaca
Bisik.id
Jakarta Rayakan Songkran 2026, Patung Buddha Dimandikan

Gambar atau konten salah?

Sabtu, 18 April 2026, Jakarta menjadi tuan rumah Festival Songkran 2026. Tradisi memandikan patung Buddha menjadi sorotan utama acara, menandai awal tahun baru Thailand sekaligus simbol doa keberkahan bagi semua yang hadir.

Ritual dimulai setelah pembukaan acara. Duta Besar Thailand untuk Indonesia, Prapan Disyatat, memimpin prosesi. Air disiram perlahan ke patung Buddha, menandai penyucian diri dan harapan akan keberkahan di tahun baru. Para perwakilan Thailand dan Indonesia turut serta, menambah makna kebersamaan.

"Festival Songkran adalah saat dimulainya tahun baru Thailand dan hangatnya kebersamaan bersama keluarga, rangkaian kegiatan hari ini adalah memandikan patung Budha untuk mendapatkan keberuntungan, menuangkan air meminta restu kepada yang lebih tua, dan acara utama yaitu bermain air sebagai simbol kegembiraan," kata Prapan Disyatat.

Perayaan Songkran identik dengan penggunaan air sebagai simbol pembersihan dari hal-hal buruk. Menyiram patung Buddha, menuangkan air ke tangan orang tua, dan bermain air menjadi bagian tradisi yang mendalam. Ritual ini diyakini membawa berkah, keselamatan, dan keberuntungan sepanjang tahun 2026.

"Kami berharap semuanya dapat berbahagia dan bisa menikmati peristiwa penting hari ini bersama kami dan keluarga agar bahagia, sejahtera, dan sehat selalu sepanjang tahun 2026," ujar Prapan.

Festival ini juga menjadi ajang pertukaran budaya. Masyarakat Indonesia dapat merasakan tradisi Thailand, mempererat hubungan antarnegara. Kegiatan budaya, kuliner, dan interaksi langsung menambah warna, memperkenalkan cara hidup dan nilai-nilai yang berbeda.

Festival Songkran 2026 di Jakarta menjadi perayaan yang mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Thailand, menampilkan tradisi memandikan patung Buddha sebagai simbol harapan dan kebersamaan.

Festival Songkran 2026Jakartapatung BuddhaairDuta Besar Thailandkebersamaanpertukaran budaya

Komentar

Memuat komentar...