Jakarta Tutup Liga Putri 2025/26, Cipta Cendikia Juara U-15

Ningsih R. · 3 min baca · 2 jam lalu · 27 dibaca
Bisik.id
Jakarta Tutup Liga Putri 2025/26, Cipta Cendikia Juara U-15

Gambar atau konten salah?

Jakarta menutup musim liga sepak bola 2025/2026 dengan final yang memuaskan. Tim-tim ibu kota berhasil menempati posisi terbaik di regional, mempersiapkan diri menuju putaran nasional di Kudus.

Program Director Soccer League, Teddy Tjahjono, menegaskan bahwa Jakarta menjadi regional terakhir, setelah Surabaya, Bandung, dan Kudus yang sudah lebih dulu menutup kompetisinya.

Jumlah peserta mencapai 16 tim U-15 dan 10 tim U-18, menunjukkan minat tinggi pada sepak bola putri di ibu kota.

Di kategori U-15, Cipta Cendikia Football Academy keluar sebagai juara dengan 90 poin dari 30 pekan, tanpa satu kekalahan pun.

Sementara itu, Putri JP Jakarta mendominasi U-18 dengan 54 poin dari 18 pekan, juga tak terkalahkan.

Turnamen berlangsung dari 1 Oktober 2025 hingga 30 Juni 2026 di GSport Jagorawi Soccer Arena, Bogor.

“Kami berupaya menghadirkan jalur pembinaan yang jelas bagi atlet putri. Harapannya para pemain mendapatkan pengalaman kompetitif yang berjenjang sehingga mampu mengembangkan bakat dan kemampuan mereka secara optimal,” ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya, 6 Juni 2026.

Teddy menambahkan bahwa Bakti Olahraga Djarum Foundation akan terus berkomitmen memperkuat ekosistem sepak bola putri Indonesia melalui rangkaian kompetisi yang saling terhubung dan berkesinambungan.

Serangkaian acara dimulai dari MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025-2026 (23 Juni 2025 hingga 28 Juni 2025), berlanjut ke HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 (5 Juli 2025 hingga 12 Juli 2025), dan ditutup dengan Srikandi Merdeka Cup (14 Agustus 2025 hingga 23 Agustus 2025). Kompetisi ini akan diikuti negara-negara Asia seperti Yordania, Malaysia, Filipina, Arab Saudi, Singapura, Thailand, dan Indonesia.

Ia juga berharap kolaborasi yang telah terjalin dengan PSSI maupun pihak terkait dapat terus berlanjut untuk mendorong kemajuan sepak bola putri Indonesia. “Sinergi yang baik antara seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci penting dalam membangun ekosistem sepak bola putri yang kuat. Semoga kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak atlet putri Indonesia yang berkembang dan mampu berprestasi di level yang lebih tinggi,” ujar Teddy.

Komite Eksekutif PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, menilai liga ini cukup strategis karena dapat memperluas basis pemain dan memantau bakat untuk Timnas. “Keberadaan kompetisi dengan format liga memberikan kesempatan bagi pemain untuk berkembang secara berkelanjutan melalui jam terbang yang konsisten sepanjang musim,” tambahnya.

Vivin menegaskan, “Kita tidak bisa memungkiri kompetisi khusus putri sangat jarang dan ini dimulai dengan sangat baik. Korelasi sangat erat terhadap perkembangan sepakbola putri secara keseluruhan. Kami berharap dengan ajang seperti ini bisa menemukan talent‑talent berbakat yang tentunya merupakan sumbangan yang sangat baik untuk talent pool di Timnas Putri Indonesia.”

Ia juga menyebutkan bahwa beberapa pemain sudah dipantau dan beberapa sudah bergabung di timnas U-17. “Kami berharap semakin banyak pemain yang kita temukan dan ajak bergabung baik di timnas junior maupun senior. Liga seperti ini membuat gairah sepak bola putri bangkit. Dan yang dari pelosok daerah mulai punya kesempatan untuk berkompetisi,” tambahnya.

Top scorer U-15, Albianca Raula dari Cipta Cendikia FA, mengaku bangga dengan konsistensi timnya. Ia mencetak 38 gol dari 1.405 menit bermain. “Perasaannya senang banget enggak nyangka bisa jadi juara. Alhamdulillah tim selalu konsisten sepanjang pertandingan setiap pekannya. Kuncinya juga komunikasi tim dan optimis untuk bisa berangkat ke All-Stars di Kudus,” ujarnya.

Pelatih Putri JP Jakarta U-18, Intan Nuraini Ulfameng, menegaskan target utama adalah lolos ke All-Stars. “Salah satu target utama memang menuju nasional. Dan bersyukur di regional ini tidak terkalahkan. Persiapan menuju All-Stars kami akan bekerjasama dengan Pemprov DKI untuk training center supaya turut mensukseskan perjalanan kami di Kudus,” pungkasnya.

Dengan semua prestasi dan rencana pengembangan, liga ini menandai langkah penting dalam memperkuat sepak bola putri Indonesia. Keberhasilan Jakarta sebagai regional terakhir menegaskan komitmen negara terhadap peningkatan kualitas pemain muda, sekaligus membuka peluang bagi lebih banyak atlet untuk bersaing di panggung nasional dan internasional.

sepak bola putriliga U-15liga U-18All-StarsBakti Olahraga Djarum FoundationPSSIJakarta

Komentar

Memuat komentar...