Jalur Gede Pangrango Tutup Terbuka, Tumpukan Sampah Meningkat

Yanto K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 109 dibaca
Bisik.id
Jalur Gede Pangrango Tutup Terbuka, Tumpukan Sampah Meningkat

Gambar atau konten salah?

Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango baru dibuka pada 13 April 2026 setelah ditutup berbulan‑bulan untuk pemulihan ekosistem. Namun, dalam satu minggu, jalur itu sudah penuh sampah.

Video viral di media sosial menunjukkan tumpukan sampah, terutama bungkus plastik makanan, berserakan di sepanjang jalur. Tumpukan ini membuat jalur menjadi sempit, memaksa pendaki menyesuaikan langkah.

Para pendaki harus ekstra hati‑hati saat menanjak maupun turun dari puncak, karena kondisi jalur yang sempit dan berbahaya.

BBTNGGP dan Agus Deni menyayangkan aksi oknum pendaki yang tidak menjaga lingkungan. “Sangat disayangkan dengan ulah oknum pendaki ini. Mereka malah membuang sampah sembarangan yang membuat Gunung Gede tidak hanya kotor tetapi mengancam lingkungan serta ekosistem,” kata Agus. Sabtu (25 April 2026).

Menurutnya, petugas sudah mengimbau pendaki membawa turun sampah plastik atau bungkus makanan sejak mereka naik. “Imbauan sudah kami lakukan sejak mereka naik. Oleh petugas pasti diberikan imbauan agar tidak buang sampah serta membawa kembali sampahnya. Tapi masih saja ada yang membandel,” kata dia.

Untuk memulihkan kebersihan jalur, BBTNGGP berencana menggelar operasi bersih dalam waktu dekat. “Sudah direncanakan agenda bersih‑bersih, tapi untuk waktunya masih dibahas,” kata Agus.

Ia menekankan pentingnya kesadaran tinggi di kalangan pendaki. “Mereka harus menjaga lingkungan dengan tidak meninggalkan sampah sekecil apa pun di kawasan konservasi,” tambahnya.

Selain itu, pendaki dilarang keras menggunakan sumber mata air di kawasan Gunung Gede Pangrango untuk mandi atau buang air besar. “Beberapa waktu lalu ada yang mandi di sumber mata air. Tentu itu mencemari. Makanya sedang kami identifikasi. Baik yang membuang sampah sembarangan atau mencemari sumber mata air terancam sanksi, maksimal blacklist dari taman nasional,” kata Agus.

Dengan langkah ini, BBTNGGP berharap pendaki dapat lebih bertanggung jawab. Jika tidak, sanksi maksimal berupa blacklist akan diberlakukan.

Situasi ini menyoroti pentingnya kesadaran lingkungan di kalangan pendaki. Kualitas jalur dan ekosistem Gunung Gede Pangrango tergantung pada perilaku pengunjung. Penerapan aturan dan penegakan sanksi menjadi kunci menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan.

Gunung Gede Pangrangojalur pendakiansampah plastikBBTNGGPoperasi bersihblacklistekosistemkonservasi

Komentar

Memuat komentar...