Jam Sholat Idul Fitri: Mulai Pagi Hari Raya, 6‑8 Jam

Yanto K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 45 dibaca
Bisik.id
Jam Sholat Idul Fitri: Mulai Pagi Hari Raya, 6‑8 Jam

Gambar atau konten salah?

Sholat Idul Fitri dilaksanakan pada 1 Syawal, bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri. Waktu pelaksanaannya berbeda dengan sholat fardhu biasa, sehingga penting mengetahui jadwalnya agar dapat hadir tepat waktu.

Waktu pelaksanaan menurut Imam Syafi'i dimulai saat matahari terbit dari ufuk timur dan berakhir ketika matahari mulai terbenam (zawal). Pendapat lain, seperti Imam Maliki, Hanafi, dan Hambali, menegaskan bahwa waktu sholat Idul Fitri adalah dari waktu Dhuha hingga zawal. Dhuha sendiri dimulai ketika matahari naik setinggi satu tombak, sementara Imam Abu Hanifah menganggap dua tombak.

Di Indonesia, sholat Idul Fitri biasanya diadakan antara pukul 06.00–08.00 pagi, namun dapat berbeda di setiap daerah.

Anjuran sholat Idul Fitri bersifat sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Hadis yang diriwayatkan oleh Ummu 'Athiyyah mengingatkan umat untuk keluar rumah dan mengerjakan sholat Idul Fitri bersama.

Niat sholat Idul Fitri bagi imam dan makmum diuraikan dalam buku Ibnu Watiniyah. Imam mengucapkan: “أُصَلَّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ” (Saya niat salat sunah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai imam karena Allah Ta'ala). Makmum mengucapkan: “أَصَلَّى سُنَّةَ لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ” (Saya niat salat sunah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai makmum karena Allah Ta'ala).

Tata cara sholat Idul Fitri tidak diawali azan dan iqamah. Bilal atau murabbi akan menyampaikan seruan, “Shalluu sunnatan li'iidil fithri rak'ataini jaami'atan rahimakumullaah”, menandakan sholat akan segera dimulai. Berikut urutan pelaksanaannya:

  1. Niat dan takbiratul ihram—imam memulai dengan niat dan takbir, diikuti makmum.
  2. Membaca doa iftitah.
  3. Takbir tambahan: pada rakaat pertama 7 kali takbir setelah doa iftitah; pada rakaat kedua 5 kali takbir sebelum Al‑Fatihah. Antara takbir, dibacakan dzikir: “سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ”.
  4. Membaca Al‑Fatihah dan surat pilihan: pada rakaat pertama disertai surat Qaf atau Al‑A'la; pada rakaat kedua surat Al‑Qamar atau Al‑Ghasiyah.
  5. Rukuk, i'tidal, sujud—setelah membaca surat, dilakukan rukuk, i'tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, sujud kedua.
  6. Rakaat kedua—mengulangi rangkaian sama.
  7. Tasyahud akhir dan salam.

Demikian penjelasan mengenai waktu dan tata cara sholat Idul Fitri. Dengan memahami jadwal dan langkah-langkahnya, umat dapat melaksanakan sholat tepat waktu dan sesuai sunnah.

Ringkasan: Sholat Idul Fitri dilaksanakan pada 1 Syawal, dimulai dari matahari terbit dan berakhir saat zawal. Waktu biasanya 06.00–08.00 pagi di Indonesia. Ibadah ini merupakan sunnah muakkad, didukung hadits Ummu 'Athiyyah. Niat bagi imam dan makmum dinyatakan secara terpisah. Pelaksanaan tidak menggunakan azan dan iqamah; seruan bilal menandai dimulainya. Langkah-langkahnya meliputi niat, takbir, doa iftitah, takbir tambahan, bacaan Al‑Fatihah dan surat, rukuk, i'tidal, sujud, tasyahud, dan salam.

Sholat Idul Fitriwaktu pelaksanaanniat sholattakbirdoa iftitahrukuktasyahud

Komentar

Memuat komentar...