Jembatan Gantung Cianjur Dipaksa Mobil, Warga Nekat Demi Waktu

Cahyo S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Jembatan Gantung Cianjur Dipaksa Mobil, Warga Nekat Demi Waktu

Gambar atau konten salah?

Di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu, Cianjur, ada jembatan gantung yang sering dipaksa dilewati mobil. Bukan sekali dua kali. Sudah berulang. Meski jalur ini yang paling cepat, melintasinya bikin nyali ciut. Khawatir mobil ambrol ke sungai.

Asep (24), warga setempat, pernah mengalaminya. Ia nekat membawa mobil melewati jembatan itu untuk mengantar rombongan pengantin. "Saya sempat lewat jembatan itu. Saat nganter rombongan pengantin beberapa waktu lalu," katanya pada Selasa, 14 Juli 2026.

Tapi jangan salah. Bukan karena iseng. Asep bilang ia diarahkan oleh penunjuk jalan. "Dari penunjuk jalannya disebut kalau jalannya lebih dekat dan bagus. Ternyata malah diarahkan ke jembatan gantung," ujarnya.

Jembatan itu panjangnya puluhan meter. Lebarnya hanya cukup untuk satu mobil. Tidak ada tempat untuk memutar kendaraan. Mau tidak mau, Asep harus melintas. Meski hatinya gamang.

"Awalnya ragu, karena kan jembatan gantung mana mungkin bisa menahan beban mobil. Tapi mau putar arah tidak bisa, karena jalannya juga sempit, tidak ada tempat memutar," kata dia.

Sebelum masuk ke jembatan, semua penumpang disuruh turun. Biar bebannya berkurang. Setelah mengumpulkan nyali, Asep mulai melaju. Perlahan. Hati-hati sekali. Ia pastikan ban mobil tetap di atas pelat baja jembatan.

Saat mobil sudah di tengah, jantungnya berdebar kencang. Jembatan gantung itu bergerak naik turun. "Tegang pokoknya, apalagi saat ada di tengah jembatan. Seperti mau roboh jembatannya," katanya.

Begitu sampai di ujung, rasa lega langsung datang. "Begitu sampai ujung jembatan langsung plong, seperti terhindar dari maut," ujarnya.

Sejak kejadian itu, Asep memilih jalan utama. Meski harus memutar dan jalannya rusak. "Daripada lewat situ lagi, menegangkan. Lebih baik lewat jalan lain. Memang jadi jauh dan rusak jalannya, tapi aman," katanya.

Kepala Desa Mekarwangi, Sandi Nurhakim, mengatakan jembatan itu dibangun tahun 2018 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Awalnya, ada papan larangan untuk kendaraan roda empat. Tapi plang itu hilang.

"Setelah plangnya hilang. Warga jadi banyak yang melalui jembatan gantung tersebut menggunakan mobil. Tidak hanya mobil keluarga yang viral kemarin, tapi sampai ada Pikap yang membawa muatan hasil bumi melintas jembatan gantung," ujarnya.

Menurut Sandi, warga nekat demi mempersingkat waktu. Jalan utama sepanjang 9 kilometer dari Desa Cimaskara, Kecamatan Cibinong, ke Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu, rusak parah. "Jembatan ini menghubungkan dua kecamatan. Warga nekat melalui jembatan gantung, karena kalau pakai jalan utama rusak parah. Waktu tempuh bisa dua jam, sedangkan kalau lewat jembatan gantung hanya satu jam sudah bisa tiba ke jalan utama provinsi," katanya.

Jembatan gantung sebenarnya hanya untuk pejalan kaki dan sepeda motor. Tapi karena akses utama rusak, warga nekat mempertaruhkan keselamatan. Mereka lebih memilih risiko daripada terjebak macet berjam-jam di jalan berlubang.

jembatan gantungmobilnekatakses utamarusakkeselamatanCianjur

Komentar

Memuat komentar...