Prasabri Pesti Resmi Jadi Plt Dirut Pos Indonesia
Gambar atau konten salah?
Prasabri Pesti resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero). Ia menggantikan Daud Joseph yang sebelumnya mengundurkan diri dari posisi tersebut.
Penunjukan ini tercantum dalam surat keterbukaan informasi yang dikeluarkan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nomor 88Dekom0626. Dalam surat tersebut, Prasabri diangkat menjadi Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia terhitung sejak 30 Juni 2026. Selain memimpin perusahaan, ia juga tetap merangkap jabatan sebagai Direktur Transformasi dan IT di perseroan yang sama.
Tidak ada perubahan lain pada jajaran direksi PT Pos Indonesia selain posisi direktur utama. Prasabri Pesti bukanlah nama baru di dunia bisnis dan teknologi. Sebelum bergabung dengan Pos Indonesia, ia tercatat pernah menjabat sebagai Head of Digital Vertical Ecosystem di Telkom Indonesia. Ia juga pernah menjadi Direktur Utama PT PINS Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang solusi digital.
Dari segi pendidikan, Prasabri memiliki latar belakang yang kuat. Ia meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen dari Universitas Padjadjaran dan lulus sebagai wisudawan terbaik. Ia juga menyandang gelar Magister Manajemen (MBA) dari Universitas Gadjah Mada. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan teknik elektro di Sekolah Tinggi Teknik Telekomunikasi.
Sebelumnya, Daud Joseph resmi mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama PT Pos Indonesia pada 2 Juli 2026. Pengunduran diri ini disampaikan secara resmi oleh perusahaan. Iwan Gunawan, Corporate Secretary PT Pos Indonesia, menyatakan bahwa keputusan tersebut murni berasal dari keinginan dan pertimbangan pribadi Daud Joseph. Tidak ada penjelasan lebih rinci mengenai alasan di balik pengunduran dirinya.
Pergantian pimpinan di tubuh BUMN ini terjadi di tengah upaya transformasi digital yang sedang dijalankan oleh PT Pos Indonesia. Prasabri, dengan latar belakangnya di bidang teknologi dan manajemen, diharapkan dapat melanjutkan arah strategis perusahaan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
