Kendala Situs SPMB 2026 Orang Tua Kesulitan Akses Hasil

Ani R. · 3 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Kendala Situs SPMB 2026 Orang Tua Kesulitan Akses Hasil

Gambar atau konten salah?

Proses pemetaan calon murid baru (PCMB) untuk Jawa Barat 2026 kembali menjadi sorotan. Pada Sabtu, 13 Juni 2026 pukul 13.00 WIB, pengumuman hasil pemetaan dijadwalkan di situs resmi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Dinas Pendidikan Jawa Barat. Namun, banyak orang tua yang melaporkan kesulitan mengakses laman tersebut.

Gangguan ini membuat mereka tidak dapat melihat hasil pemetaan sekolah anak mereka. Hal ini penting karena calon murid diwajibkan memberikan keputusan menerima atau menolak hasil pemetaan melalui sistem tersebut. Tanpa akses, proses pendaftaran terhambat.

Salah satu orang tua yang mengalami kendala adalah Mujib Prayitno, yang mengaku sudah mencoba membuka laman SPMB sejak pukul 13.00 WIB. Sampai setengah jam kemudian, sistem belum bisa diakses. “Nggak bisa, jam satu sampai setengah dua dicoba gak bisa dibuka,” ujarnya saat dikonfirmasi pukul 13.30 WIB.

Mujib belum mengetahui hasil pemetaan anaknya. Sebelumnya, posisi anaknya berada di peringkat ketujuh dalam daftar sementara. “Belum tahu, kan anak itu terakhir itu urutan tujuh. Tapi belum ada pengumuman, terus katanya suruh mantau kan di aplikasi, nanti ada keluar tombol terima atau tidak,” tambahnya.

Ia sempat berhasil membuka laman tersebut, namun yang muncul hanya tampilan permainan dinosaurus yang menandakan adanya gangguan koneksi atau kendala akses pada peladen. “Ya nggak tahu sampai sekarang, website-nya juga nggak bisa dibuka. Tadi mah sempat bisa kebuka, cuma yang keluarnya dinosaurus lompat kaktus,” tutur Mujib tertawa.

Menurutnya, persoalan teknis seperti ini seharusnya bisa diantisipasi sejak awal. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa menerapkan pembagian jadwal pengumuman berdasarkan jalur penerimaan agar trafik akses tidak menumpuk dalam waktu bersamaan. “Ini yang disayangkan. Harusnya mah udah dipersiapin yang kayak gini itu, kan udah banyak batch-nya misalnya untuk jalur penerimaan agar trafik akses tidak menumpuk dalam waktu bersamaan,” ungkapnya.

Mujib menjelaskan bahwa anaknya kini memilih SMAN 29 Bandung sebagai salah satu tujuan setelah melakukan perubahan pilihan sekolah. Ia mempertimbangkan peluang diterima serta keberadaan sekolah yang dinilai memiliki prospek baik meski baru membuka angkatan pertama. “Saya mikirnya 29 itu, satu, dia dekat Disdik, meskipun jauh dari rumah. Dan saya yakin Disdik itu tidak akan menyia-nyiakan sekolah yang paling dekat dengan kantornya. Meskipun baru angkatan pertama. Berarti kan harus dapet perhatian khusus, wong sekolah di depan Disdik masa kualitasnya jelek gitu. Pertimbangannya itu aja sih,” kata Mujib.

Selama proses pemilihan, ia sempat memilih sejumlah sekolah favorit. Namun karena mempertimbangkan ketatnya persaingan nilai rapor, ia akhirnya melakukan reset akun dan mengganti pilihan sekolah. “Tadi pilihnya SMA 1, 14, sama 10. Karena melihat nilainya nggak akan masuk, kan pake jalur rapor ya? Akhirnya minta reset akun, jadinya reset pilihan. Jadi kemarin itu ke 16, 29, baru 28. SMAN 28 terakhir karena kan bangunannya belum ada. Ya saya milih yang langsung bangunannya ada aja. Jadi ngejemput anak jelas mau ke mana gitu, nganterin anak jelas ke mana,” jelasnya.

Sebagai orang tua, Mujib berharap pelaksanaan SPMB ke depan bisa berjalan lebih konsisten dan tidak menimbulkan kebingungan baru di masyarakat. Ia juga menyoroti kebijakan program Sekolah Maung yang menurutnya perlu ditempatkan secara lebih tepat sasaran. “Intinya konsisten aja sih. Terus nggak perlulah ada Sekolah Maung. Kalaupun ada 'Sekolah Maung' gitu, ya jangan dikasih ke sekolah favorit. Ngapain sekolah favorit dipredikatkan Maung? Udah aja sekolah yang biasa-biasa atau sekolah yang mau di-upgrade sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” pungkasnya.

Di sela-sela laporan, terdapat referensi video tentang Tol Cipularang, namun tidak ada tautan yang dapat diakses. Video tersebut tampaknya tidak relevan dengan isu utama.

Kesimpulan, kendala teknis pada situs SPMB pada 13 Juni 2026 menimbulkan ketidakpastian bagi orang tua, khususnya bagi yang menunggu keputusan hasil pemetaan. Kritik terhadap penjadwalan dan infrastruktur sistem diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak berwenang agar proses penerimaan murid baru berjalan lebih lancar di masa mendatang.

SPMBPCMBJawa Baratgangguan situsSMAN 29 Bandungjalur penerimaanteknis

Komentar

Memuat komentar...