Jembatan Pussepang Amblas 1 Meter, Pengendara 20 km Jauh

Ika P. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 97 dibaca
Bisik.id
Jembatan Pussepang Amblas 1 Meter, Pengendara 20 km Jauh

Gambar atau konten salah?

Jembatan Pussepang di Dusun Pussepang, Desa Jambu Malea, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengalami amblas sedalam 1 meter setelah tergerus luapan sungai. Akibatnya, pengendara terpaksa memutar balik dan harus menempuh 20 kilometer ke jalan lain untuk melanjutkan perjalanan.

Menurut Kepala Dusun Pussepang, Ahmad Haris, “Kalau tidak ada ini jembatan, pengendara harus memutar. Kurang lebih 20 kilometer kalau kita memutar,” ia sampaikan kepada wartawan pada 05 Mei 2026.

Kerusakan terjadi pada 04 Mei 2026 sekitar pukul 09.30 WITA. Fondasi jembatan sepanjang 15 meter runtuh di sisi timur, menandai titik kritis dari struktur yang sudah berusia puluhan tahun. Saat itu, jembatan masih terendam air, sehingga menambah risiko kerusakan.

Haris menjelaskan, “Itu kan malamnya hujan di hulu, menyebabkan terjadinya banjir, akhirnya fondasinya jembatan terkikis, runtuh.”

Jembatan ini memiliki peran penting, menghubungkan Kecamatan Tapango, Bulo, Matangnga, dan Mapilli. Ia menegaskan, “Kalau yang melalui jembatan ini banyak, ada sekira 4 kecamatan. Bulo, Matangnga, Tapango terus Mapilli sebagian karena lebih dekat ke kota kalau melewati jalur (jembatan) ini.”

Walaupun jembatan telah berulang kali mendapat kunjungan dinas terkait untuk dilakukan rehabilitasi, rencana perbaikan belum terealisasi. Haris menambahkan, “Struktur lantai jembatan yang amblas telah dibongkar menggunakan alat berat. Saya berharap pemerintah segera merealisasikan rencana perbaikan agar aktivitas warga normal kembali.”

Ia juga berencana menanggalkan jembatan sementara dan membangun jembatan darurat. “Selanjutnya kita tunggu pemerintah membangun jembatan permanen yang lebih kokoh,” pungkasnya.

Kerusakan ini menyoroti pentingnya pemeliharaan infrastruktur di wilayah rawan banjir. Diharapkan tindakan cepat dapat memulihkan konektivitas antar kecamatan, sehingga mobilitas warga tidak terganggu lagi.

Jembatan Pussepangamblasluapan sungaibanjirrehabilitasikonektivitaspemerintahinfrastruktur

Komentar

Memuat komentar...