Jenazah Utuh 40 Tahun, Dipindah Pakai Motor
Gambar atau konten salah?
Sebuah video yang memperlihatkan pengendara motor membawa jenazah terbungkus kain kafan di Jalan Raya Cililin, Kabupaten Bandung Barat, ramai diperbincangkan di media sosial. Rekaman itu diambil pada Minggu, 12 Juli 2026, pagi hari. Banyak yang terkejut melihat pemandangan tersebut.
Ternyata, kejadian itu bukanlah sesuatu yang aneh atau tidak sopan. Kepala Desa Batulayang, Imam Mujahidin, menjelaskan bahwa itu adalah proses pemindahan jenazah yang dilakukan sendiri oleh keluarga. Jenazah tersebut bukan orang yang baru meninggal. Jasad itu adalah hasil ekshumasi, atau pembongkaran makam lama, yang sudah dikubur sejak tahun 1985.
"Jadi berdasarkan hasil konfirmasi ke keluarga, ternyata jasad dibungkus kain kafan itu ayah mereka yang dimakamkan tahun 1985. Kemudian akan dipindahkan makamnya ke lokasi lain," kata Imam saat dikonfirmasi pada Senin, 13 Juli 2026.
Keluarga almarhum sudah berunding dan sepakat untuk memindahkan makam. Awalnya, sang ayah dimakamkan di kawasan Pasir Meong, Desa Cililin. Sekarang, jenazahnya dipindahkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) RW 04, Desa Batulayang. Alasannya sederhana: anak-anak almarhum sekarang tinggal di desa itu. Dengan memindahkan makam, mereka dan cucu-cucunya akan lebih mudah berziarah.
Namun, ada kejutan saat makam dibongkar. Keluarga menemukan sesuatu yang tidak biasa. "Ternyata saat dibongkar keluarga, jenazahnya masih utuh padahal sudah 40 tahun. Semua tidak menyangka, kemudian buru-buru dipindahkan hanya naik motor karena memang jaraknya juga dekat," ujar Imam.
Karena jarak antara makam lama dan baru hanya dekat, keluarga memutuskan memindahkan jasad menggunakan sepeda motor. Mereka melakukannya dengan tergesa-gesa setelah melihat kondisi jenazah yang masih utuh. Metode pengangkutan ini kemudian menjadi sorotan publik. Banyak yang mempertanyakan kelayakannya.
Imam menegaskan bahwa pemerintah desa tidak tahu menahu soal pemindahan ini. Pihak keluarga tidak memberi tahu atau meminta bantuan sama sekali. "Kalau sebelumnya ada koordinasi dengan pemerintah desa, tentu kami bisa memfasilitasi, termasuk menyediakan ambulans atau kendaraan yang lebih layak. Tetapi dalam kejadian ini memang tidak ada pemberitahuan kepada pihak desa dan penggunaan motor memang keputusan keluarga," kata Imam.
Kejadian ini menunjukkan bahwa tradisi pemindahan makam bisa dilakukan dengan cara yang sederhana, meskipun terlihat tidak biasa. Keputusan keluarga untuk tidak melibatkan pemerintah desa membuat prosesnya berlangsung secara mandiri. Yang menarik, kondisi jenazah yang masih utuh setelah 40 tahun menjadi perhatian tersendiri, meskipun hal itu tidak dijelaskan lebih lanjut oleh pihak desa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jendela Pesawat Lepas, Penumpang Tersedot ke Luar
Situ Rancabungur Ciamis Surut, Warga Manfaatkan Jadi Lahan Sayur
BMKG: Bandung Berawan, Suhu 14-28 Derajat
Jadwal Sholat Bandung 14 Juli 2026: Imsak Pukul 04:33
Studi Baru Bantah Penyebab Antartika Membeku
Arkeolog Temukan Bangunan Diduga Tempat Tabut Perjanjian
Berita Terbaru
Jenazah Utuh 40 Tahun, Dipindah Pakai Motor
Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
Emisi Microsoft Melonjak 25%, Target Karbon Negatif 2030 Makin Sulit
Enam Maskapai Siap Terbang dari Bandara Husein Sastranegara Lagi
Drone Thermal Temukan Remaja Terseret Arus di Pererenan
Korea Selatan Keluarkan Peringatan Darurat Gelombang Panas Perdana
