Jepang Catat Rekor 3,6 Juta Wisatawan Asing Maret 2026

Ayu W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
Jepang Catat Rekor 3,6 Juta Wisatawan Asing Maret 2026

Gambar atau konten salah?

Jumlah wisatawan asing yang datang ke Jepang pada bulan 01 Maret 2026 mencapai rekor tertinggi. Data yang dirilis oleh Japan National Tourism Organization (JNTO) pada 15 April 2026 menunjukkan 3,6 juta pengunjung, naik 3,5 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Angka ini menandai pencapaian tertinggi dalam sejarah kunjungan asing pada bulan Maret. Namun, tidak semua negara menunjukkan tren naik. Wisatawan asal China dan Timur Tengah mengalami penurunan tajam.

Menurut JNTO, peningkatan total kunjungan didorong oleh faktor musiman. "Peningkatan ini didukung oleh dimulainya musim bunga sakura pada akhir Maret serta libur sekolah yang bertepatan dengan Paskah pada April," jelas mereka dalam keterangannya.

Musim sakura, yang biasanya berlangsung akhir Maret hingga awal April, menjadi daya tarik utama. Selama periode ini, wisatawan dan penduduk lokal berkumpul di ruang terbuka untuk menikmati mekarnya bunga sakura, simbol kedatangan musim semi.

Sejak sebelumnya, wisatawan China merupakan penyumbang terbesar kunjungan ke Jepang. Hubungan kedua negara memburuk setelah Sanae Takaichi, Perdana Menteri Jepang, menyatakan kemungkinan campur tangan militer di Taiwan pada November 2025. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Beijing.

Penurunan jumlah wisatawan China terjadi secara bertahap: 45 % di Desember 2025, 61 % di Januari 2026, dan kembali 45 % di Maret 2026. Jumlahnya turun menjadi 291.600 orang, atau 56 % lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, Korea Selatan kini menjadi penyumbang terbesar sejak Januari 2026. Kunjungan dari Meksiko melonjak 70 %, sementara Malaysia dan Vietnam masing-masing mencatat kenaikan hampir 45 %.

Perubahan ini menyoroti bagaimana faktor musiman, kebijakan pemerintah, dan dinamika geopolitik dapat memengaruhi aliran wisatawan. Meskipun Jepang menikmati musim sakura yang menarik, ketegangan diplomatik tetap menjadi penghalang bagi beberapa negara, sementara negara lain mulai mengambil peran lebih besar dalam industri pariwisata.

Wisatawan asingMusim sakuraChinaKorea SelatanMeksikoGeopolitikJapan National Tourism OrganizationPaskah

Komentar

Memuat komentar...